Burung kacer


Kacer

Nama latin Kacer adalah Copsychus Saularis,
nama umum dalam bahasa inggris : Magpie Robin

Ibnu Hujaimah

LOMBA
Untuk maju ke lomba, perlu dilihat sejumlah aspek yang saya rangkum dalam 5W dan 1 H (mirip konsep bikin berita hehehe), yakni who, why, what, when, where, (5W) dan how (1H). Keenam unsur itu akan saling terkait dalam hal kita mempersiapkan burung untuk lomba.
Aspek WHO, adalah melihat “siapa” burung kita dan “siapa” saja burung lawan. Dalam hal ini, kita harus benar2 tahu, siapakah sesungguhnya burung kita itu. Pertanyaannya, benarkah burung kita sudah siap tarung; bagaimana pengalaman tarungnya selama ini jika bertemu burung2 lain.
Burung siap tarung adalah burung dalam kondisi fit dengan bulu cukup tua (tidak habis mabung; tapi kira2 2 bulan setelah mabung), dan punya senjata andalan. Kalau burung Anda tidak fit, lebih baik tidak diikutkan lomba karena hanya akan buang2 uang, tenaga dan waktu. Juga, untuk burung yang tidak punya senjata andalan dalam hal irama/lagu, volume/suara dan gaya, sebaiknya tidak perlu diikutkan dalam lomba. Namun hal utama adalah irama/lagu.

Kondisi burung fit pun, harus benar2 disiapkan jauh hari sebelumnya. Terutama sekali, tidak dipertemukan dengan burung lain (mendengar kicau tantangan dari burung lain), minimal 7 hari sebelumnya, agar dia punya cadangan stamina dan power yang banyak di arena lomba nantinya. Selama 7 hari itupun perlu penanganan khusus, misalnya dalam hal penjemuran. Penjemuran tidak perlu lama2, tetapi yg penting dia diletakkan di ruang yang relatif panas (misalnya digantung 0,5 m di bawah atap seng, selama pukul 9-11). Hal itu diperlukan untuk memperkuat/memperpanjang nafas. Banyak orang menjemur dari pagi sampai sore burung yg disiapkan untuk lomba, tetapi hal ini bisa merusak bulu (kusam/pecah2 dll).

Penjemuran/pemanasan seperti itu dihentikan 2 hari sebelum lomba dan burung tetap dirawat seperti biasanya, hanya saja sehabis mandi, dijemur pagi hari, lantas diangin2kan dan langsung dikerodong. Tujuannya agar burung tidak terlalu cerewet yang menyebabkan dia terlalu banyak buang tenaga.
Banyak di antara kita yang sering memberi makanan tambahan bagi burung yang akan kita lombakan. Baik dari sisi jenis makanan, maupun jumlahnya. Kalau biasanya dikroto 1 sendok, maka memasuki masa lomba diberi 2 sendok dsb, atau biasanya tidak diberi kelabang maka 1-2 hari sebelum lomba diberi kelabang. Tetapi menurut saya, cara ini sebaiknya tidak dilakukan karena dengan perubahan makanan, baik jumlah maupun jenis, sering membuat burung berubah dalam penampilan. Adanya penambahan/perubahan menu, biasanya menjadikan burung sangat2 agresif dan dia hanya terlalu banyak gerak di arena lomba tetapi pelit untuk mengeluarkan suara.

Aspek WHO berikutnya adalah tentang lawan2 kita. Siapakah lawan2 burung kita. Kalau Anda melihat calon2 lawan burung kita adalah burung yang sudah punya nama (karena memang bagus), maka Anda harus bertanya tentang aspek “WHY” dalam lomba. Ya, tanyakanlah pada diri Anda, “Mengapa saya ikut lomba?”
Kalau tujuan Anda lomba adalah untuk merebut juara, maka urungkan niat Anda jika Anda tidak yakin burung Anda punya andalan yang bisa mengungguli lawan. Tapi kalau niat Anda ingin mengetes kemampuan burung Anda, teruskan saja niat Anda… nothing to lose.

Untuk menggali lebih jauh tentang hal “who”, baik untuk burung kita sendiri atau lawan2 kita, kita akan melihat aspek WHAT. Yakni event lomba apakah yang kita ikuti ini. Kalau eventnya adalah lomba tingkat nasional, maka kita harus yakin benar bahwa burung kita pernah berprestasi di tingkat lokal ataupun regional, atau bisa juga, kita baru saja menemukan burung dengan bakat besar dan kualitas bagus meski belum pernah ikut lomba. Jika memang demikian, jalan terus saja.

Terkait dengan masalah WHAT ini kita akan melihat pula apakah ini event yang harus kita hadapi secara “biasa” atau secara “luar biasa”. “Biasa” dan “luar biasa” terkait dengan pengetahuan kita atas penyelenggara lomba dan personel juri. Penyelenggara lomba yang punya kredibilitas tinggi, tidak akan sembarangan menunjuk juri. Juri2 di lomba besar dengan insentif besar, biasanya malah tidak silau oleh gebyar sangkar atau penampilan para pemilik burung. Dalam menilai, dia benar2 berdasar pada kinerja burung dan bukan pada kondisi sangkar. Tapi ini bukan berarti bahwa juri dalam lomba yang biasa2 saja adalah juri yang tidak bisa dipercaya. Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja, dengan pengetahuan kita tentang “event apakah ini”, maka membuat kita siap mental bila terjadi “apa2″ dalam hal penjurian.

Setelah who, why dan what, kita masuk ke masalah WHERE, yakni di manakah digelar lomba. Unsur “di mana” ini harus kita ketahui benar, misalnya dari sisi jarak tempuh dan kondisi riil arena lomba. Kalau jarak tempuh lebih dari 2 jam perjalanan darat, sebaiknya Anda datang sehari sebelumnya di kota tempat lomba. Hal ini untuk memberi istirahat yang cukup bagi burung sebelum tampil di arena.

Terkait aspek WHERE ini adalah kondisi lapangan yang Anda juga harus tahu sebelumnya. Pastikan Anda tahu apakah arena tersebut terbuka dari sinar matahari atau tertutup rimbunnya pepohonan atau ditutup dengan tenda. Pastikan burung Anda tidak akan terpengaruh dengan kondisi lapangan seperti itu. Atau kalau burung Anda tidak terbiasa dengan arena yang direncanakan untuk lomba, maka dengan mengetahui kondisi lapangan jauh hari sebelumnya, Anda bisa mengkondisikan burung Anda.
Aspek berikut adalah WHEN. Masalah “kapan” lomba digelar, Anda juga harus paham, terutama berkaitan dengan musim/cuaca. Jika cuaca berangin, maka pastikan bahwa sangkar burung Anda cukup berat sehingga tidak akan terayun-ayun di gantangan. Jika sangkar Anda terbuat dari bahan yang ringan, maka tidak ada salahnya pada dasar sangkar (dibawah jeruji dasar) Anda menambahkan batu/besi sehingga sangkar tidak akan terayun-ayun oleh angin.

Jika cuaca berangin, pastikan pula plastik yang biasanya kita pasang pada dasar sangkar sebagai pencegah sangkar kena kotoran burung, dilepas. Jika tidak dilepas, seringkali plastik ini tersingkap yang menyebabkan burung kita ketakutan dan tidak kerja di arena lomba.
Juga jika cuaca berangin, buatlah sangkar Anda sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada daun/kotoran dari pohon, menerobos masuk ke sangkar. Daun/kotoran yang masuk ke sangkar, biasanya menyebabkan burung macet bunyi dan malah memain2kan daun/kotoran itu.
Setelah persoalan2 5W saya kemukakan, maka perlu kiranya saya sampaikan sejumlah “HOW” mulai dari pakan sampai sikap kita dalam lomba:
1. Jangan pernah tinggalkan makanan, kecuali air minum, ketika burung mulai digantangkan di arena.
2. Jangan pernah teriak2 dalam lomba karena teriak2 tidak berpengaruh apa2 kecuali malah memberi “perlindungan” bagi juri yang akan berbuat tidak jujur dalam lomba. Adanya suara gaduh, membuat suara burung tidak terdengar jelas dari luar arena. Hal ini bisa membuat juri memberikan penilaian apa saja, dengan berpikir, “Toh kalian semua (pemilik burung) tidak mendengar apapun di arena lomba kecuali jerit teriakan.”
3. Jangan pernah tinggalkan burung di kawasan lomba tanpa pengawasan.
4. Jangan gantung/letakkan sangkar di sembarang tempat. Waspadai keberadaan serangga/semut pengganggu burung.
Demikian kawan sejumlah hal yang bisa saya sampaikan untuk Anda semua. Barangkali masih banyak hal yang belum saya sampaikan di sini mengingat keterbatasan ingatan saya.
Mohon dikoreksi kalau ada kesalahan, mohon ditambah jika ada kekurangan.

memulihkan kembali mental kacer kembang yang stress
kacer tersebut di mandiin ama pasir….he..hee..(bukan disiram pakai pasir lhoh yaa..
Ketika kacer di jemur..coba sangkar taruh di atas pasir (yg biasa dipakai tuk..bangun rumah tu lho mas.) Pasirnya gak perlu terlalu banyak..cukup bisa dipakai untuk…”Berkipu” Begitu di taruh.., tarik dasar sangkar…sehingga klo burung turun ketanah..dia langsung nginjak pasir….klo dia gak mau turun… bisa di pancing pakai ulat/jangkrik ato yg lain di taruh di pasir.. pasti dech dia bakal turun..biarin aja sampai..dia mau berkipu. Lakukan itu.. 2 ato 3 hari sekali,

cara perawatannya setiap hari.Dipagi hari sebelum menjemur dimandikan dahulu : Masukan burung kedalam kandang mandi. Setelah selesai berikan Jangkrik sebanyak 5ekor, semua kakinya dicabut/dibuang. Mengapa dicabut karena kalau memakai kakinya juga nantinya/takutnya akan tersedak dikerongkongannya. Setelah itu dijemur sampai jam 11.00 semua Voer dan tempat minumnya diambil/tidak diberikan. Ini gunanya untuk menambah tebal suaranya.
Setelah selesai dijemur taruh kandang ditempat yang teduh untuk diangin-anginkan sampai mulutnya tidak mangap lagi kemudian masukan dahulu Voernya pasti dia akan memakan karena selama penjemuran kcaer tersebut tidak makan sama sekali.Kenapa Voernya dahulu yang diberikan adalah supaya sewaktu memakan voernya ikut tertelan juga lendir kering yang ada dikerongkongannya.

Setelah memasukan Voer makanannya selama 15 menit baru masukan air madu tidak usah banyak-banyak kira-kira setengah ukuran dari tempat minumnya. Air madu ini berguna untuk stamina burung tersebut.Kalau air madu tersebut diminum sampai habis baru kita ganti dengan air putih sampai esok pagi.
Sore harinya dimandikan lagi kacer tersebut, kemudian berikan lagi jangkrik 5 ekor. Menjelang magrib kandang burung tersebut dikerodong agar burung dapat beristirahat dengantenang tidak terganggu dengan apapun.
Cara pemeliharaan diatas ini dilakukan setiap hari. Untuk Extrafoodingnya Kroto hanya diberikan 1 sendok teh. Itupun hanya empat hari sekali atau dalam satu minggu berikan hanya hari kamis saja dan berikan diwaktu pagi hari.

Waktu lomba burung enggak bunyi :
karena mentalnya drop setelah mendengar burung lainnya pada nembak2 dan bersuara lantang. Untuk mempersiapkan lomba baiknya burung diuntul (di adu dgn burung lainnya yg bermental enggak bagus hanya utk memancing birahi) Pas anda tiba diarena lomba baiknya burung jgn langsung dibuka krodongnya tapi biarkan dulu dia beradaptasi dgn lingkungannya kemudian buka kerodong tapi jgn langsung digantang di arena tapi agak jauh dulu biar mentalnya berani dulu baru masuk arena.
Burung kacer bersuara keras :
Faktor bakat.,Rajin dijemur dan ditaruh dikandang umbaran (melatih nafas),Berikan extra fooding yg cukup,Rajin dibawa ke latber.
Burung kacer suka kebawah :
Kebiasaan memberi makan jangkrik dgn tangan.Jarak tangkringan terlalu rendah.
Untuk mengakalinya :
Berikan kandang yg tinggi/ tidak terlalu lebar., Buat dua tangkringan.Dikrodong tapi retsletingnya jgn dikunci.

Waktu ganti bulu ??? Mabung
- waktunya utk memaster (tempel dgn burung isian)
- Perbanyak extra fooding.
- Semprot dgn anti kutu/daun sirih yg rajin.
- Berikan minyak ikan agar kelak bulu dpt tumbuh mengkilap.
Spy gak turun kebawah jgn dibiasakan memberi makan dari tangan lgs dan kalau sdh terlanjur manja coba gantang di tempat yg rendah (sekitar 1,5m diatas tanah) dan taruh ditempat yg sering dilalui orang serta jgn kasih makan dari tangan lgs. Apabila dia turun digusah (Indonesiane opo yo ??) spy nangkring lagi demikian seterusnya kalau sdh gak turun lagi coba di taruh di tempat tinggi kalau msh lakukan lagi treatment spy, ini berhasil saya lakukan pada Pentet cuman dlm jangka waktu 2 minggu mau tancep di tangkringan (cuman gak mau bunyi kecuali diadu hik..hik….). Atau coba dulu dg tangkringan double, atau didasar kasih karet gelang slg silang spy kaget kalau turun.
Fungsi Kerodong Bagi Burung
Bagi masyarakat kicauan secara umum, mungkin menganggap kerodong yang selama ini dipakai penutup sangkar hanya sebagai pelindung burung dari angin, jadi kalau tak ada angin atau burung berada didalam rumah tak perlu dikerodong. Anggapan seperti itu ternyata kurang dibenarkan dimata tokoh burung gaek.

Mengapa? Karena setelah ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata fungsi kerodong cukup banyak bagi setiap burung, khususnya burung yang siap lomba. Hanya saja tidak semua kerodong dikatakan layak sebagai kerodong burung, sebab untuk yang benar-benar baik, setiap kerodong harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya dapat membuat burung tenang dan merasa terlindung didalamnya dengan tetap bisa menikmati sirkulasi udara dengan baik.

Menurut Tjok Purnama, kerodong yang baik adalah yang transparan, yang bukan terbuat dari kain berserat rapat. Hal itu sesuai dengan sifat burung yang suka suasana terang, sehingga kalau memberikan kerodong dari kain yang seratnya tipis sinar dari luar masih masuk kedalam, dan burung juga masihbisa melihatsuasana luar sangkar.
Dengan memberikan kerodong yang tipis tadi membuat burung lebih nyaman, sebab burung masih bisa melihat makanan dan minuman dengan baik. Sebaliknya kalau kerodong tebal akan membuat ruangan didalam gelap burung tak bisa melihat apa-apa didalam sehingga burung lebih suka istirahat dan malas makan. Bila hal ini dibiarkan lama-kelamaan dapat menyebabkan londisi burung menurun dan malas bunyi.

Kemudian soal warna juga berpengaruh pada burung, untuk itu harus dipilih warna yang disukai burung secara umum yaitu yang tidak terlalu menyolok atau gelap. Warna yang selama ini disenangi burung adalah yang soft misalnya hijau muda, kuning muda, biru muda atau warna lain yang yang tidak terlalu kontras.
Untuk ngetes apakah kerodonh tersebut transparan atau tidak, saat beli kita bisa mengerodongkan dikepala kita, dari dalam kerodong kita bisa melihat keluar atau tidak, kalau kita bisa melihat dengan jelas keluar berarti kerodong tersebut cukup bagus bagi burung. (Agrobur)

Kacer, Entertain yang Jempol
Di kelas campuran lokal, eksistensi kacer (Copsychus saularis) boleh dikata cukup dominan. Penampialnnya yang hitam legam dengan variasi putih di bagian sayap dan ekor, serta paruh panjangnya yang tajam, menjadikan burung ini kerap dianggap sebagai duplikatnya murai. Badannya yang relatif lebih langsing, memungkinkan kacer bergerak lincah. Pada saat berkicau sering bergaya ala badut, menunggingkan ekor, sementara suaranya yang tajam melengking seakan musik pengiring gerakannya yang lucu. Kacer adalah entertain yang jempolan. Kalau ingin, kapan pun burung ini akan ngoceh. Tak peduli siang atau malam, panas atawa dingin. Peduli amat. Pokoknya kalau keinginan itu datang, ngocehlah…

Kacer termasuk anggota turdidae. Tidak aneh kalau disebut padanan murai, sebab keduanya memang saling berkerabat. Dalam fam ini, umumnya suka pamer diri. Kalau nyecrek sambil menari. Banyak ditemukan di daerah Jawatimur. Tetapi secara luas penyebaran unggas yang juga dijuluki kucica ini sebenarnya sangat luas. Selain di sebagaian besar Pulau Jawa, juga banyak terdapat di Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Bahkan di bebe-rapa negara seperti Cina, Filipina dan India pun ada. Makanan utamanya adalah serangga. Ciri paling menonjol, kicauannya selalu bernada riang, dan demen menirukan suara burung lain.

Bagaimana agar kacer bisa benar-benar tampil sebagai entertain yang jempol? Dibanding burung sejenis, mencetak kacer kaliber jawara relatif lebih mudah. Burung ini termasuk ‘cerdas’ dan bermental juara. Sebaiknya, pemeliharan dilakukan sejak piyik. Selain lebih mudah memilih bakalan yang baik, pemeliharaan sejak kecil juga membuat kacer menjadi jinak. Sehingga, kelak jika hendak dimaster tidak repot lagi. Hendaknya dipilih kacer jantan bila menghendaki suara maksimal. Membedakan kacer jantan dan betina tidak sulit. Bisa dengan cara meneliti warna bulunya. Yang jantan hitamnya lebih pekat dan mengkilap. Sedang yang betina agak kusam dengan bintik-bintik putih. Memang tengara model begini susah dilakukan ketika kacer masih piyik. Paling kita hanya bisa memprediksi dari volume suaranya. Yang lebih keras biasanya jantan.

Setelah mendapatkan anakan yang dikehendaki, proses berikutnya adalah menjaga stamina. Ini sangat penting, karena hanya dengan stamina prima kacer lebih gampang dilatih. Tetapi masalah pakan tidak kalah perlu diperhatikan. Pastikan kacer tidak kekurangan protein, vitamin dan mineral. Kacer juga membutuhkan extra fooding. Yang paling disukai kroto, jangkrik, dan ulat pisang. Kebanyakan burung ocehan gemar mandi. Begitu pun kacer. Tak ada salahnya setiap hari burung dimandikan, dengan catatan kondisinya normal. Artinya burung dalam keadaan sehat dan cuaca tidak sedang dingin (hujan). Karena sehabis mandi biasanya burung suka berjemur di bawah sinar matahari. Setiap saat burung perlu dikontrol, guna memastikan tubuhnya tidak diserang virus, jamur atau parasit. Kutu bulu paling sering menyerang. Menghindarinya, saat memandikan campurkan antiseptik pada air. Bila perawatan dilakukan secara baik dan rutin, kemungkinan kacer yang dipiara sejak piyik, dari bakalan yang baik, akan segera menunjukkan jatidirinya sebagai burung jawara.(minggu-online)

Kacer, Entertain yang Jempol
Di kelas campuran lokal, eksistensi kacer (Copsychus saularis) boleh dikata cukup dominan. Penampialnnya yang hitam legam dengan variasi putih di bagian sayap dan ekor, serta paruh panjangnya yang tajam, menjadikan burung ini kerap dianggap sebagai duplikatnya murai. Badannya yang relatif lebih langsing, memungkinkan kacer bergerak lincah. Pada saat berkicau sering bergaya ala badut, menunggingkan ekor, sementara suaranya yang tajam melengking seakan musik pengiring gerakannya yang lucu. Kacer adalah entertain yang jempolan. Kalau ingin, kapan pun burung ini akan ngoceh. Tak peduli siang atau malam, panas atawa dingin. Peduli amat. Pokoknya kalau keinginan itu datang, ngocehlah…

Kacer termasuk anggota turdidae. Tidak aneh kalau disebut padanan murai, sebab keduanya memang saling berkerabat. Dalam fam ini, umumnya suka pamer diri. Kalau nyecrek sambil menari. Banyak ditemukan di daerah Jawatimur. Tetapi secara luas penyebaran unggas yang juga dijuluki kucica ini sebenarnya sangat luas. Selain di sebagaian besar Pulau Jawa, juga banyak terdapat di Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Bahkan di bebe-rapa negara seperti Cina, Filipina dan India pun ada. Makanan utamanya adalah serangga. Ciri paling menonjol, kicauannya selalu bernada riang, dan demen menirukan suara burung lain.

Bagaimana agar kacer bisa benar-benar tampil sebagai entertain yang jempol? Dibanding burung sejenis, mencetak kacer kaliber jawara relatif lebih mudah. Burung ini termasuk ‘cerdas’ dan bermental juara. Sebaiknya, pemeliharan dilakukan sejak piyik. Selain lebih mudah memilih bakalan yang baik, pemeliharaan sejak kecil juga membuat kacer menjadi jinak. Sehingga, kelak jika hendak dimaster tidak repot lagi. Hendaknya dipilih kacer jantan bila menghendaki suara maksimal. Membedakan kacer jantan dan betina tidak sulit. Bisa dengan cara meneliti warna bulunya. Yang jantan hitamnya lebih pekat dan mengkilap. Sedang yang betina agak kusam dengan bintik-bintik putih. Memang tengara model begini susah dilakukan ketika kacer masih piyik. Paling kita hanya bisa memprediksi dari volume suaranya. Yang lebih keras biasanya jantan.

Setelah mendapatkan anakan yang dikehendaki, proses berikutnya adalah menjaga stamina. Ini sangat penting, karena hanya dengan stamina prima kacer lebih gampang dilatih. Tetapi masalah pakan tidak kalah perlu diperhatikan. Pastikan kacer tidak kekurangan protein, vitamin dan mineral. Kacer juga membutuhkan extra fooding. Yang paling disukai kroto, jangkrik, dan ulat pisang. Kebanyakan burung ocehan gemar mandi. Begitu pun kacer. Tak ada salahnya setiap hari burung dimandikan, dengan catatan kondisinya normal. Artinya burung dalam keadaan sehat dan cuaca tidak sedang dingin (hujan). Karena sehabis mandi biasanya burung suka berjemur di bawah sinar matahari. Setiap saat burung perlu dikontrol, guna memastikan tubuhnya tidak diserang virus, jamur atau parasit. Kutu bulu paling sering menyerang. Menghindarinya, saat memandikan campurkan antiseptik pada air. Bila perawatan dilakukan secara baik dan rutin, kemungkinan kacer yang dipiara sejak piyik, dari bakalan yang baik, akan segera menunjukkan jatidirinya sebagai burung jawara.(minggu-online)

TREND BURUNG-BURUNG MASTER
Pilih Tembakan Dan Besetan

Tujuan memaster adalah melatih burung agar bisa menirukan suara lain, yakni suara burung, hewan lainnya atau visa juga suara benda disekitar burung yang dimaster. Dengan harapan bisa menambah variasi lagu burung yang dimaster tersebut menjadi beragam.
Masuk tidaknya suara burung master tergantung kepada tingkat kecerdasan burung dalam merekam suara. Ada beberapa burung yang yang memang sulit bahkan tidak bisa dilatih menirukan suara lain, tapi tak sedikit pula burung-burung cerdas dengan mudah sekali menirukan mastermya.

Diantara burung kicauan yang masuk klasifikasi burung lokal yang mudah menirukan adalah murai batu, cendet, cucak hijau dan branjangan. Karena kecerdasannya merekam suara, beberapa burung jenis ini seringkali kemasukan suara lain tanpa disengaja.
Tentu saja kalau suara yang tak diharapkan terlanjur terekam, menurut beberapa perawat bisa dikatakan burung itu rusak. Untuk itu harus dimaster ulang pasca rontok bulu sesuai dengan keinginan penghobi.

Karena apabila tak serius menanganinya tak sedikit burung kehilangan keistimewaan. Saat masa ganti bulu tersebut, burung mengalami penurunan kondisi tubuh, sehinggamau tak mau suara pun juga terkena akibatnya.
Untuk mengembalikan kualitas suara burung setelah rontok bulu, perlu penaganan khusus. Diantaranya memaster ulang dengan suara bagus yang pernah masuk padanya. Perlu diketahui, master yang bagus tersebut bisa menggunakan jalak suren, love bird, cucak jenggot atau cililin. Setiap burung master dipastikan memiliki suara khas yang bisa menambah kesan lagu lebih variatif. Meski sudah dimaster ulang, belum tentu kualitas lagu bisa kembali seperti sediakala. Maka yang terjadi jelas, burung bisa stres, macet bahkan bisa menjadi burung yanhg rusak. Sekali lagi, perawatan pasca ngurak memang membutuhkan penanganan khusus dan lebih serius.

Trend Suara Master
Memaster tidak hanya sekedar memilih burung master yang memiliki suara bagus dan indah, tapi harus disesuaikan dengan nada, lagu dan frekuensi burung yang akan diisi suaranya. Hal ini supaya burung yang dimaster mudah menangkap nada suara, irama, lagu yang dibawakan burung master.

Seperti misal memaster kenari biasanya menggunakan burung master blackthroat karena suara blackthroat diyakini memiliki lagu selaras dengan irama dan suara kenari. Atau dengan master ciblek yang memiliki frekuensi suara nyaris sama tingginya dengan suara kenari.
Beberapa perawat menganjurkan agar para kicau mania memaster yang disesuaikan dengan trend suara burung master saat ini. Hampir semua mengacu pada hasil akhir burung yang dimaster. Misalkan variasi lagu dengan tembakan merupakan syarat mutlak yang harus ada karena lagu yang disertai tembakan sebagai suara yang paling menonjol.

Selain tembakan, agar burung bisa tampil lebih istimewa maka perlu ditambahkan variasi speed (kecepatan mambawakan lagu dengan tidak terputus-putus). Speed rapat lebih diutamakan pada suara burung yang dimaster untuk menjaga rajinnya burung bernyanyi (nggacor).
Nah, sebagai variasi akhir sebaiknya diusahakan memaster dari jenis burung yang memiliki irama mengayun, mendayu dan meliuk-liuk. Kalau burung sudah menampilkan kelengkapan variasi seperti tersebut, maka baru bisa dikatakan burung yang telah dimaster itu mampu membawakan lagu secara ngerol (silih berganti lagu tidak mengulang dengan cepat, melantun indah dengan sekat tembakan. (Agrobur)

Cara Mudah Memaster Burung
Memaster burung sebenernya gampang-gampang susah,ada yang dengan menggunakan kaset ataupun menempatkan burung master dalam satu kandang dengan yang dimaster. Bagi penggemar burung kicauan yang cukup gaek, ternyata memaster burung punya kiat tersendiri agar burung, efektif meniru burung master. Caranya dalam penempatan sebisa mungkin dibuat nyaman atau enak, sehingga burung dapat cepat menirukan si master. Sedangkan posisi sang master kudu diatasnya burung yang akan dimaster dan jaraknya jangan terlalu dekat, pokoknya jarak pe master dan yang dimaster tidak kelihatan. Karena bila mereka saling melihat, dapat mnyebabkan stress atau down pada salah satu burung bahkan kadang kala dapat menjadi ganas.

Walaupun nantinya penempatan tetap model atas – bawah lebih dianjurkan jika bisa menyamping dan jaraknya agak jauh. Dilakukan saat burung dalam keadaan istirahat didalam rumah, karena saat istirahat itulah ia punya waktu lebih lama untuk menirukan suara masternya. Dikerodong bisa dilakukan jika kedua burung tersebut masih saling terlihat, yang penting sih keseharian dirumah. Untuk burung yang dimaster jika jenisnya lebih kecil maka memang sangat diharuskan untuk menempatkan sang master tak terlihat. Karena dapat menyebabkan shock bagi burung yang dimaster, apalagi sejenis Fighter seperti cendet dan kacer seringkali malah jadi macet.

Untuk beberapa burung yang akan dimaster sebenernya sama aja, cuma antara burung yang dimaster satu sama lain diberi sekat, sebab jika mereka saling terlihat biasanya hasilnya tidak optimal bahkan sering sang burung malah ganas. Akibatnya yang pasti burung yang dimaster tadi tidak lagi rajin berkicau alias lagu yang diharapkan tidak keluar. (sobatkental.com)

Mendidik Maskot Ocehan
Seperti atlet yang hendak diterjunkan ke arena lomba, burung ocehan pun perlu mendapatkan ‘diklat’ yang memadai. Kalau tidak, jangankan menyabet gelar juara, tidak memalukan pun sudah untung. Banyak cara yang dapat dilakukan. Pendidikan privat misalnya. Ini bila kita hanya memiliki satu jenis maskot dan satu master. Tingkat keberhasilan cara ini bisa 100 persen. Artinya, semua suara burung master dapat ditirukan oleh burung maskot.

Kelemahannya, karena hanya menggunakan satu master, variasi suaranya sangat minim. Cara ini hanya bagus diterapkan untuk jenis ocehan yang tidak perlu dididik dengan banyak master.
Lain dengan pendidikan ‘sistem kelas’. Satu burung master mendidik beberapa calon maskot. Agar suara maskot yang sedang dididik tidak ditiru yang lain, umur maskot harus sama. Burung master diletakkan pada posisi agar semua maskot dapat mendengar.

Bisa juga satu burung maskot dididik oleh beberapa master sesuai kebutuhan. Posisi maskot harus di tengah semua master, sehingga semua kicauan burung master dapat didengar dengan jelas. Bila maskot tidak merasa takut, tak perlu ada penyekat atau penghalang. Cara ini sekaligus untuk melatih mental. Kalau tidak biasa melihat burung lain, nanti pada saat lomba akan down mentalnya, dan mogok bersuara.
Setelah maskot dapat menirukan semua suara master, langkah berikutnya tentulah menjaga agar suara-suara tadi tidak hilang. Caranya, master tetap dipiara meski tak selalu didekatkan. Yang penting suaranya tetap bisa didengar sang maskot. Karena itu jika membeli burung didikan yang sudah jadi, sebaiknya dibeli juga masternya. Maksudnya, bila maskot mengalami stres, putus atau ngurak, pengisian suara bisa diulang hingga yang bersangkutan gacor lagi.

Sementara itu, burung yang sudah ‘jadi’ hendaknya tidak dicampur dengan burung lain yang punya dasar suara sama, terlebih burung sejenis. Ia hanya boleh didampingi oleh si master yang mendidiknya. Maksudnya agar si maskot tidak meniru suara burung lain yang ada di dekatnya. Kalau kalah mental, tak akan mau berkicau lagi dia.
Bila Anda memiliki burung dengan kategori istimewa, bagusnya hanya memelihara satu ekor saja. Kalau terpaksa punya lebih dari satu, penempatannya harus diatur sedemikian rupa sehingga antara yang satu dengan lainnya tidak saling mendengar atau melihat. Yang jelas, kesehatan dan perawatan harus diprioritaskan. (Minggu pagi on-line).
Gereja Bagus Buat Master

Untuk memperbaiki kualitas variasi kacauan burung lomba seperti anis merah, branjangan, cucak hijau, cendet dan lainnya, kicau mania seolah tertantang. Terlebih lagi penilaian juri pada umumnya berdasar pada kualitas bunyi, yakni variasi dan volume.
Karena itulah inovasi terus dikembangkan. Diantaranya mencari sosok burung yang memiliki suara nyleneh namun memiliki keanggunan. Tak pelak, burung lokal yang tak tersentuh kicau mania untuk lomba, diburu dan dimanfaatkan sebagai master. Diantaranya burung-burung master tersebut antara lain jalak suren dan manyar yang pada tahun 1999 karena mempunyai banyak peminat hingga dibuka dalam kelas tersendiri.
Demikian juga dengan prenjak merah dan prenjak putih (ciblek). Burung tersebut juga pernah masuk kelas tersendiri, bahkan pamornya terus melejit. Karena itu tidak salah jika pernah terdengar seekor prenjak bis laku diatas 5 juta.
Kabar terakhir yang sedang santer saat ini, burung gereja ternyata sangat bagus buat master. Benarkah? Padahal burung tersebut selama ini sama sekali tidak dilirik kicau mania. Dari bagian manakah jenis kicauannya yang menarik perhatian untuk memaster, ataukah itu hanya akal-akalan saja?

Menurut Yudiono , salah satu pemandu bakat burung, pemasteran dengan memanfaatkan suara burung gereja sudah dilakukannya sejak lama. Jenis kicauan yang menarik dari burung berwarna coklat kusam keabu-abuan mirip branjangan tersebut, karena bisa menambah besetan burung lomba. Yakni pada suara, trecet…cet…cet, cet-cet-cet yang dilantunkan panjang, rapat bersambungan (ngerol).
Pertama kali Yudiono tertarik, pada saat melihat sepasang burung gereja sedang kejar-kejaran mau kawin. Pada saat itulah burung tersebut sering melantunkan kicauan panjangnya. “Sudah lama saya mengamati perilaku gereja, suaranya memberi daya tarik tersendiri, karena itulah saya memelihara beberapa ekor gereja sejak anakan, dan saya manfaatkan sebagai master,” ungkapnya.

Namun jika menilik dari volume suaranya, tidak begitu keras seperti suara burung kicauan lain seperti branjangan, kenari, ciblek, blackthroat dan sejenisnya yang berukuran tubuh hampir sama, baguskah burung gereja untuk master? Mungkin itulah yang menjadi pertanyaan. Namun kembali denganmemperlihatkan buktinya kepada Agrobur, yakni branjangan miliknyayang sudah bisa menirukan suara gereja. Kicau mania pun akan tertarik untuk segera mengikuti jejaknya. Terbukti pula dengan burung cendet milik Mr Budhex, pemandu bakat burung Surabaya, mampu melantunkan kicauan gereja dengan fasihnya. Bahkan dari segi volume suara, justru terlihat menonjol karena menambah besetan burung tersebut.

Burung gerja seperti apakah yang bagus untuk master? Mereka berterus terang ketika ditemui Agrobur dikediamannya secara terpisah. Yang intinya, tentu saja harus burung gereja yang dipelihara sejak anakan. Kalau burung gereja dipeelihara atau ditangkap saat dewasa, burung tersebut tidak akan banyak berkicau. Bahkan yang terjadi adalah kematian karena burung tersebut tidak mau makan. Sedangkan cara memanfaatkannya sebagai master, tidak berbeda dengan pemasteran yang selama ini sudah dikenal kicau mania. (Agrobur)
Persiapan kacer ke lomba :
1. Jangan sampai ketemu dgn Kacer,MB
2. Pagi dimandikan setelah itu masuk kdg umbaran n latih terbang +/- 200 x
3. Jemur sekuatnya
4. Setelah dimandikan sore/malam masuk kdg harian
5. EF mulai masuk minggu terakhir ditingkatkan
contoh : Senin pagi jangkrik 5 , sore jangkrik 5
Selasa pagi jangkrik 6 , sore jangkrik 6
Rabu 7-7 + Ulat Hkg
Kamis 8-8 + Ulat Hkg – pindah ke sangkar lomba
s/d sabtu
Minggu EF kembali normal 5-5 cuma di tambah Ulat Hkg
6. Turun yg ke 2 lihat performa main pertama tadi baru di tambah EF
secukupnya (Jangkrik+Ulat Hgk)
7. Kalau tidak jalan atau mbagong/kuda laut jual saja segera. (djokob2001.red)

Kacer Mbagong
Salah satu penyebabnya , memang mental belum stabil,belum keluar sifat fighter nya atau belum terlatih dalam lomba/latber dan mungkin bisa juga stamina/power/tenaga yg kurang jadi tidak bisa tarung lama2 dan keluar karekter asli kacer yaitu mbagong.
Terapi bisa saja spt: di umbar,sering di bawa ke latber/lomba atau treatment EF nya semua orang berbeda dalam menangani nya dan ini perlu waktu dan perawatan yg extra (EF,Mandi,Jemur,Umbar dll) dan perlu waktu yg lama utk menganalisa nya (kenapa dan kapan kacer tsb mbagong nya),walaupun semua itu tergantung burung nya.
Pengalaman ini saya dapat ketika merawat kacer saya yg bernama Teroris yg awalnya ketika diturunkan latber pertama kali mbagong tp lumayan sekarang sdh hilang kalau digantangkan di latber/lomba dan lumayan juga sdh sering mendapat prestasi walaupun di kelas latber dan ini satu kepuasan tersendiri dari burung rumahan bisa tampil juara di latberan yg lumayan full pesertanya. (djokob2001.red)

umur berapa kacer siap mental fighternya
Wah agak susah nih nentuin patokan umur nya yg jelas kalau karakter fightnya dari awal sdh bagus walupun msh muda yach akan bagus nantinya, saya rasa tinggal sering melatihnya saja ke tempat latberan,sbg contoh saya punya mb lampung walau msh muda tapi mental nya sdh bagus dan kerja walaupun ta turunkan di event besar (fancy,jayakarta,suramadu).Kalau menurut saya mungkin usia ideal setelah 3x mabung(djokob2001.red)

variasi suara
mungkin bisa bantu om,untuk isian kacer biasanya ada 2 type

1. type nembak
2. type ngerol

untuk memaster masing masing beda,burung masternya.misalnya:kalau nembak burung Lovebird,celilin,gereja dll.(jay.red)

Kacer dan MB dalam satu rumah

MB dan kacer dalam satu rumah kalau menurut saya ga masalah bila mental kedua burung tersebut bagus, asalkan MB dan kacer jangan di gantung bersebelahan misalnya MB di gantung di dalam rumah dan kacer di luar rumah, tp kalu metal salah satu burung tersebut tidak bagus yah mending piara salah satu aja soalnya kacer mudah diam/mbagong kalo si MB mempunyai suara yg keras dan kencang, menurut saya begitu mungkin ada yg mau menambahkan.(jakspurnoma.red)
Kacer bulunya pecah-pecah
Kacer Bunyinya tebal & kristal, kalau bunyi jarang/bahkan selama ini tidak pernah keluar suara kacer (isi suaranya MB, AM, Hwa mei, besi digesek-gesek, cililin dll) Cuman bulu sayapnya (warna putih) pecah-pecah dan bulu sayap yang panjang tinggal tulangnya. Apakah dimakan kutu ya pak? Mohon informasi serta solusinya pak.
Bisa pakai rebusan daun sirih bro dan menurut saya mending di buat mabung saja agar tumbuhnya lebih bagus(jokob2001.red)
kala ekor yg pecah2 biasanya karena kacernya sering main dijeruji,jadi ekornya pecah.usul saya mungkin coba pakai sangkar yg jerujinya rapet(jay.red)
Kondisi burungnya Giras nggak Om ? Kalau kondisinya giras disamping kemungkinan krn faktor kutu juga krn girasnya itu sendiri yang membuat bulu2 burung pada rusak, apalagi burung ditempatkan pada sangkar yang kurang lebar, dan juga letak penempatan tangkringan kurang ketengah, ini semua bisa mempengaruhi rusaknya bulu burung.

Kalau ternyata burungnya jinak dan sangkarnya sudah cukup lebar serta penempatan tangkringannya sudah memadahi, kemungkinan itu disebabkan karena kutu. Untuk mengatasinya ada kok cairan pembasmi kutu.(Abikarawang.red)
Kacerku nagen..
nagen itu bukannya bunyi ngerol dan posisi burung anteng, tdk bergaya baik ekor, sayap maupun tarian (pindah dr tangkringan satu ke tangkringan lainnya) ? kalau memang seperti itu artinya, buat kacer ya kurang indah dilihat ya Om, enaknya kacer ya indah ditariannya.(abikarawang.red)
Udah pernah UH bro,kacer sy seblm turun kasih UH 10 di gantang kalau musuh kanan-kiri nya kerja lgsg joget2 buka ekor naik turun , tangkringan sy buat sejajar atas bawah….tp kalau memang sdh karakter nya seperti itu susah juga bro di suruh joget….(jokob2001.red)
Contoh Umbaran Kacer
P2m L65cm dan T1m bisa bongkar pasang

Diadu Diam Aja Kayak Patung
bermain kacer adalah perlu kesabaran yang amat sangat om,karena di dalam kacer ada tiga hal yang harus dipikirkan:
1.usia
usia rata² kacer yang siap buat main adalah kacer dengan usia rata² sudah tua antara 3 sampai 4 tahunan dengan ciri² kakinya sudah medang atau bersisik semua,semakin tua semakin bagus pula.

2.mental
Dalam hal ini jika usia sudah tua tentunya mentalnya juga sudah cukup untuk menghadapi lawan²nya (ibaratnya sudah banyak makan asin garam nya kehidupan) sehingga kalo dihadapkan pada lawannya dia pasti bereaksi,untuk kasus om tadi emang dr segi mental maupun usia tergolong masih muda sehingga mental nya masih labil dan perlu diasah dulu secara rutin dan bertahap.
3.performance
disini kacer kalo udah siap ditandai yaitu sering sensitif terhadap bunyi gaduh seperti sempritan,ada pem\njual maianan lewat ataus sebagainya dia akan bereaksi dengan bunyi sambil bergaya,inilah mengapa kacer itu kalo sudah siap dia akan menunjukan sifat fighetrnya dengan sendirinya,biasanya siafat ini kelura dibarengi dengan mental nya yang sudah tertata dengan baik.
Setelah itu semua siap tinggal kita poles dengan perawtan kita dan master kita sambil membentuk body badannya jangan teralu gemuk.
angan putus asa dulu donk om,semangat ya,emang bermain kacer itu harus sabara,kerana seperti yang sudah saya jelaskan pengasahan mental itu berjalan seringin dengan bertambahnya usia dr si kacer tersebut,dan emang perlu kesabaran dan ketelatenan dalam hal melatih sifat fighternya aagar cepat stabil dan moncer.
Menrurt ceiatnya om td emang bener sekali mentalnya lom stabil kalo dilapangan,usahakan kalo semiingu sekali diajak latihan donk berpindah² supaya dia itu beradaptasinya cepet dan mentalnya mulai tumbuh.
Kalo mau rontokin bulu burungnya(ini bukan alami,tapi sengaja mau dirontok in) alesannya udah nggak sabar,bisa dilakukan dengan cara kita berikan makanan ef yang lumayan dalam arti setelan tinggi kemudian jemur yang tinggi pula karena burung yg satu ini doyan panas kemudian jng dimandikan dulu,baru setelah abis jemur disemprot pake bekas air cucian beras,dilakukan 2 hari, say jamin bulu burung anda akan rontol seketika(brol),karena logikanya setelah dijemur pori² burung jd membesar dan dalam keadaan membesar itu kita siram dengan air leri(air beras) yang sifatnya panas untuk burung(ini trik yang kuno untuk pemain lapangan yg burungnya nggak rontok²) sehingga bulu² nya jd copot dan ambrol kemudian dikerodong full. (linduajipbi.red)
Coba tunggu ngurak lagi sekalian di master(djokob2001.red)

kacer jagoan saya jadi nge-bagong + Macet cet…

Treatment yang saya lakukan ,sbb:

KONDISI SEBEBLUM NYA :
1. Mandi dari 1x ( pagi hari )
2. Jemur jam 7 ~ 10
3. Kerodong : setelah Jam 16,00/17.00 baru dikerodong
4. EF : Jangkrik pagi 5 – sore 5 , kroto 1 sdk mkn 1x seminggu

KONDISI TREATMENT YANG SAYA LAKUKAN :
1. Mandi 2x ( pagi & sore )
2. Jemur setelah subuh sudah di angin2kan s/d jam 10
3. Kerodong : Setelah jemur jam 10.00 , taruh tempat teduh 15 mnt lalu dimandikan , kemudian dikerodong. Sore hari jam 16.00 mandikan lagi lalu kasih EF kemudian di kerodong
4. EF : Jangkrik 3 pagi – 3 sore, kroto stop, ulat bumbung tiap pagi 2 ekor
5. Treatment lain : Ganti sangkar yang lebih lebar & Beli 1 kacer lagi untuk memancing supaya kicaunya keluar ( berhasil sudah saling bersautan dengan kacer yang baru )

Alhamdulillah per 15 Mei kemarin burung sudah nggacor cor saat di trend sudah tidak MBagong dan mampu kerja bagus
Tanggal : 22 Mei 2007 saya ikutkan lomba di Pondok Indah Pasuruan
Hasil : Burung tidak lagi Mbagong & kerja cuman 1 menit kemudian stop, hanya diam + thingak thinguk aja ( mungkin masih belum siap dgn teriakan & suara sumpritan / peluit penonton yang sangat keras )

Tapi saya cukup puas karena burung sudah tidak lagi Mbagong dan bunyi keras saat di rumah
Semoga treatment yang telah saya lakukan ada guna dan manfaatnya buat rekan2 KM
Saat ini PR saya tinggal :
Bagaimana mengkondisi burung agar bisa kerja maximal di tengah teriakan penonton…..??(HAKA.red)
kacer birahi
kacer hitam, jika tarung ekor naik turun dibuka full sm sayapny.cm klo dirumah lht orang langsung turun2..itu karna over xfood/bagaimana y?dan bagaiman antisipasiny?soale nek over takut kuda lautkeliatannya over itu om, pas didekatin buka sayap ndak ya?? nek buka sayap tandanya over birahi. coba saja kurangi EFnya. ato frekuensi mandi ditambah. nek ndak buka sayap mungkin kebiasaan dikasih jangkrik lsg pake tangan.(4gus.red)
mau sedikit menambahkan, kalau bisa itu Kacer yang birahi jangan dipertemukan dengan Kacer lain dulu, apalagi Kacer Cewek.
Berikan EF yang bersifat mengurangi birahi, seperti Ulat bambu atau cacing.
Kalau bisa, biasakan Kacernya memakan buah-buahan.(heraceh.red)
KKB = Kacer Kaki Bengkak
Mungkin beberapa rekan KMers masih ingat Kacer Preman yg aku ceritakan di thread ‘Harga Kecer’ yg sudah di closed.
Kacer yg pernah saya tawar 500.000. Karena penasaran, tadi pagi aku samperin lagi tuh. Eeeeehh…..sekarang kaki kanannya di angkat karena bengkak. Bengkak ini bukan karena luka. Bengkaknya dari separuh kaki ke bawah, pergelangan kaki, dan jari jari kaki. Kelihatannya ada cairan di dalamnya.
Saya pernah mendengar istilah ‘ kaki turun urat’ pada unggas.
Apakah ini sama?
Kaki turun urat juga bisa terjadi pada burung.
Mohon pencerahan, soalnya saya juga sayang banget sama kacer itu, preman banget.
kalo saya sih langkah amannya saya siram dengan air rebusan daun sirih setiap hari sebagai awal pertama biar tdk menyebar(antiseptik) kemudian sih saya kasih alkohol yang ditaruh di kapas dengan kadar 90% lalu dibalutkan agar tdk membengkak terus² an sembari kita rawat tiap hari dijemur dan dijaga kebersihan kandangnya.
waduh diakupuntur nich ceritanya,ati² bro harus streil dulu tuh jarum,ntar malah setelah ditusuk malah jd berabe kalo nggak disterilisasi dulu,sayang sekali tuch kacer.Padahal calon bagus malah sakit ya om.Biasanya sih kalo setelah ditusuk kalo emang sih keluar cairannya,tapi langkap setelah itu om harus ekstra hati² karena burung kalo sudah luka biasanya sembuhnya lama apalgi ini kita sengaja tusuk pasti ntar lubang bekas tusuknya harus disetril setiap hari agar kedepannya kotoran² tdk masuk ke lubang tersebut,pengalamna saya sih emang cairan sudah keluar dan kempes kita udah lega rasanya sehingga kita lalai terhadap bekas luka tususkan td dan akibatnya burung semakin parah karena infeksi yg malah kita buat sendiri sehingga mati dech burungnya.Saya sempat itu bro sampai bgg dimana kesalaha saya terus baru seminggu saya menemukan kesalhan itu dengan meiliah pembusukan nya pertama dr mana dtangnya,trenyata dr kaki bekas lukanya keluar belatungnya,lebih dulu ketimbang organ dalam nya. (linduajipbi.red)
Giaman cara agar tidak turun ke dasar sangkar?
kacer dada putih yg masih trotol.Baru 1 bulan saya pelihara.Ada beberapa kebiasaan yg saya anggap 'aneh', yaitu suka ngeplong+ngriwik di dasar sangkar+kalo madi dikaramba suka nyebur tidak dari tangkringan tapi cengkeram sisi samping samping karamba kemudian baru nyebur ke air.
Apa memang begini kebiasaan kacer yg masih trotol.Soalnya saya punya kacer poci yg dah ngeblok kok berkebalikan dengan kondisi diatas.
Sy sudah coba pasang karet didasar sangkar dng tujuan dia gak turun lagi ke dasar sangkar. tp lama-kelamaan dia dengan santainya ngeplong di dasar sangkar.Walau kadang juga ngeplong di tangkringan.
Kalau menurut saya nih… (kaya dah ahli aja) :
- Untuk cara mandi di keramba coba tangkringannya agak keatas dasar air (jangan menempel atau tenggelam). Kalau memang dicoba masih tetap, gak usah kwatir karena kacer yang demikian biasanya bagus. Seperti punya saya, kalau mandi di keramba gak mau nangkring di tangkringan. Tapi dibiarin aja yang penting masih mau mandi.
- Coba jemurnya diletakkan dibawah/jangan digantung tetapi tetap diawasi dari serangan predator (kucing, ******, dll) dan coba jangan biasakan memberi jangkrik langsung ke burung tetapi saat dimandikan jangkrik dimasukan ke tempat makannya.(herubaskoro.red)

1. untuk masalah mandi dikeramba langsung nyebur atau nempel lewat tangkringan tdk masalah.pada dasarnya kacer sifatnya suka mandi dan jemur.sekarang perawatan kita yg harus rutin.
2.bener kata om heru utk pemberian jangkrik jgn langsung lewat tangan,dikasih langsung dlm tempat makan.akibatnya bila lewat tangan,sewaktu kacer lihat yg kita langsung turun.
tp kalau saat ini masih dalam proses penjinankan tdk masalah,lewat lidi atau tangan(jgn terlalau sering).
3.coba mandi 2 kali.
4. untuk sering main dasar ada beda2 caranya,(sebelumnya ini sudah pernah dibahas.ada yg pakai karet tp masih main juga,ini ada beberapa macam caranya :
* pakai karet
* dikasih daun kering (daun pisang,atau ll)
* kasih karpet plastik biar licin maksudnya
* waktu pengkerudungan usahakan tutup rapat jgn terbuka.
* ada juga yg pernah kasih rumpu kering.(jay.red)
MUngkin dulunya dalam posisi masih muda dalam pembrian Ef nya salah yaitu sering dilempar jangkrik pas memberi makan dalan keadaan sangkar digantung,banyak pula yang sperti ini om,karena nggak ada waktu terus dilempar aja makananya sehingga pas Ef jatuh ke dlm bwh sangkar,kalo ini sering dilakkan terus² an kan menjadi kebiasaan buruk bagi si burung.
Kalo saya pribadi sih cara mengatasi kacer seprti itu kalo masih muda digantangkan di posisi dibawah sehingga dia tdk akan turun ke plangkringan,atau sesuai dengan para pakar kacer yg telah disebutkan diatas adalah dengan pemberian karet dsb bisa diterapkan.
Kalo saya waktu kacer saya seperti itu saya umbar dulu selam kurang lebih seminggu baru dimasukan ke dlm sangkar yang bawhnya telah beralaskan plastik hitam(kresek) sehingga dia takut kalo mau kebawah alias turun.(linduajipbi.red)

Kacer yang baik
menurut saya u/ milih kacer:
1. kepala ceper / kotak
2. paruh panjang
3. badan kotak
4. ekor panjang
5. les putihnya agak tebal. yang ada disayapnya
6.bunyi (jay.red)

Ternak Kacer “JAMBUWER MALANG” Bambang Iswanto
Salam kacermania! Salam breedingmania!
Sebelumnya aku mohon maaf, bukan bermaksud apa2, aku ikutan di KM ini motivasinya adalah pingin nyari banyak kawan kicaumania, pingin nyari ilmu & nambah wawasan tentang perburungan & penangkarannya, karena aku ngerasa kalo aku masih harus banyak belajar & kuharap di sinilah hal itu bakalan bisa aku peroleh. Oleh karena itu kepada para pakar/ahli/master, para breeder/penangkar, calon2 penangkar/pemula & kawan2 kicaumania sekalian di sini aku mohon sharing infonya ya…
Sebelumnya aku juga mohon maaf, karena foto2 yg aku sharing di sini utk saat ini masih jelek banget & terbates banget (maklum saat ini masih pake hp yg jelek banget). Namun karena aku kuatir aja, jangan2 banyak kawan2 kicaumania yg nganggep kalo postingan2ku selama ini di forum KM hanyalah “nggombal” aja.. bisanya cuman ngomong doang, tanpa ada buktinya (soalnya ada beberapa anggota KM yg minta utk ditampilin foto2nya sekalian tp kan aku masih belum punya kamera digital, maklum aku cuma kuli, tp insyaallah nanti ke depan pasti aku posting yg lebih banyak & lebih bagus lagi). Mangkanya sekarang aku maksain, biarpun dg foto yg jelek & terbates banget. Sekali lagi mohon maaf, aku gak bermaksud pamer atau sejenisnya (emangnya apa yg mau dipamerin..lha wong gak ada sama sekali kok), tp paling nggak ini bisa dijadiin sbg media utk saling tukar info. Makasih…

Sbg postingan awal ini kebetulan aku punya foto (maaf kalo gak jelas & jelek banget ya..) salah satu induk jantan kacer hitamku. Dia adalah indukanku yg ke-2, berhasil tak tangkar di pertengahan 2003 sampek sekarang. Dulu aku belinya masih liar, cuma 160rb. Dia ini termasuk pejantan yg pilih2 pasangan (soalnya aku juga punya 1 ekor pejantan yg pertama, yakni di awal 2003 yg gampang banget dipoligami, diganti2 berkali2 dg betina manapun mau & gak bermasalah & sampek sekarang), maunya dia ini cuman sama betina yg sangat fighter juga atau dg anak2nya yg betina. Dia ini anaknya udah cukup banyak, tp kebanyakan betina & paling banter netesnya cuman 2 ekor, seringnya malah cuman 1 ekor (tunggal), bisa dibilang agak rewel lah…

Ini aku juga punya foto anakan2 kacer yg masih kecil, masih umur 4 hari & 6 hari. Tp yg itu bukan anak2nya induk jantanku yg ke-2 (di atas) lo… Itu anak indukan kacerku yg lain, tp induk betinanya yg salah satunya adalah anak dari jantan di atas, kalo yg satunya lagi anakan indukan kacerku yg pertama.

Kalo foto yg di bawah ini aku agak lupa itu foto anak indukan kacerku yg mana, mungkin indukan pertama atau mungkin juga udah yg anak2nya. Sori ya, kalo yg keliatan malah anakan murainya (yg ngambil gambar goblok banget ya..).

angan nyerah ya.. Emang, menurut pengalamanku (maaf, sebenernya belum berpengalaman sih..), ngganti salah calon indukan merupakan alternatif terakhir dlm penjodohan. Aku juga pernah ngalami saat pertama kali nyoba nangkar kacer hitam di pertengahan 2002. Waktu itu di taun 2000 aku punya 2 ekor jantan kacer lokal, aku sendiri yg ngambil telurnya, netesin & ngerawatnya. Waktu itu kan jadi rebutan, ya tak ambil aja biarpun masih telur, 3 kali. Yg pertama netes 2; jantan&betina, yg ke-2 netes 3; semuanya betina, yg ke-3 netes 2; jantan&betina. Akhirnya ya betina2 inilah yg jadi induk2 betina kacerku sampek sekarang. Yg 2 ekor jantan itu sebenernya kualitasnya bagus, yg seekor setiap dipindah ke tempat yg baru bagi dia, gacornya minta ampun (beneran ini, aku gak bohong, sayang burungnya udah gak karuan kemana, karena menurutku waktu itu udah gak bisa dijadiin induk jantan, galak banget, semua calon induk betinanya diajar, akhirnya cuman tak tuker sama seekor decu), bisa tahan bunyi hampir seharian penuh, kalo yg nonstop paling 1,5-2 jam ya kuat, mentalnya juga lumayan, waktu itu umurnya setaun lebih dikit, tp gacornya itu cuman 3 harian aja, besoknya udah biasa2 lagi, tp begitu dipindah ke tempat yg baru lagi langsung gacor lagi, kayaknya gampang bosen gitu.. Yg satunya lagi, waktu masih umur 8 bulan udah berani diadu dg kacer2 jadi (pernah waktu itu dg 4 kacer) yg harganya waktu itu (taun 2001) utk ukuran di kampung udah tinggi (ada yg belinya 225rb, ada yg 180rb), malah yg lain udah pada KO & gak mau bunyi lagi, tp dia masih tahan bunyi sampek 2 jam, tanpa mbagong sama sekali. Tp sayang udah mati, gara2 pas dijodohin gak jodoh2, galak banget, trus ngurak, kurang terkontrol, gak taunya pakannya dihabisin tikus yg bisa masuk ke kandangnya & yg ngerawat kurang sering kontrol kandang, tau2 paginya udah mati.
Dari kedua jantan calon induk kacerku yg kelewat galak banget itu, akhirnya waktu itu aku nyerah juga & terpaksa nyari lagi calon induk jantan yg lain. Akhirnya di akhir 2002 dapet 2 ekor, yg pertama gampang banget njodohnya, langsung jadi sampek sekarang. Yg satu lagi (yg di foto pertama itu lo..) agak nakal juga, tak jodohin ganti2 sampek 3 betina gak mau njodoh juga, galak juga dia, diajar betina2 itu. Akhirnya dg betina yg ke-4 baru njodoh, tp akhirnya betinanya mati & trus coba tak jodohin lagi dg betina2 yg sebelumnya pernah coba tak jodohin dg dia (penasaran aja..), ternyata tetep gak mau, masih diajar lagi betina2 itu, akhirnya tak jodohin dg betina ke-5 langsung njodoh, tp sekarang tak pisah lagi & tak jodohin dg anak betinanya langsung njodoh juga, pilih2 rupanya dia. Itu Om Imam Setiawan pengalamanku dg proses penjodohan kacer. Agaknya emang ada kacer yg gak bisa dijodohin, tp mungkin juga hal ini gak bener, asal kita bisa nyariin jodoh (calon induk betina) yg sesuai dg keinginan si calon induk jantan itu, maka sebenernya semua jantan kacer itu bisa dijodohin. Masalahnya, siapa yg bisa sabar dg ngutak-atik, mbongkar-pasang jantan & betina pd proses penjodohan ini. Alternatif gampangnya, ya ganti aja calon indukan yg nakal (galak) tsb..(bambangjs.red)
Kacer sayapunya penjodohannya sangat mudah, pada hal dua-duanya liarnya minta ampun kalau didekati. Tehnik yang saya pakai dg kandang besar (relatif) 2mx2mx4m, atap ditutup 1/2 bagian. Disiapkan kotak sarang yang dipasang pada ketinggian 3m tanaman beringin kira-2 tinggi1,5m. Porsi Ef-nya (tanpa cacing) hanya jangkrik pagi 3 ekor sore 4 ekor setiap burung, lantai kandang langsung tanah, tempat minum+mandi 1 baskom plastik beli di pasar Rp 2000. Hasilnya sudah 5 kali angkatan piyik. dan jangan sampai ada tikus masuk.(kania.red)
Untuk pemberian makanan pornya saya pake BR1. Dan yang terakhir adalah SABAR dan terus SABAR.
masalahnya:
1. kalau sudah netas jangan dilihat2 kalau bisa sampai umur 7 hari, kuatir anakan dibuang sama induknya.
Solusinya:
1. pakan harus ekstra melimpah dan makanan terbaik piyikan kacer adalah cacing atau kreco (sebangsa kul) atau bisa juga kerang.
2. kalau meloloh, coba diselingi dengan buah pisang (bagus untuk pencernaan). Voer BR1+Kroto secukupnya / cacing kalau tidak ada + pisang + jang lupa air.
3. kalau ada kacer yang kurang birahi. saya ada resep: gunakan terasi yang dipilin lalu dimasukkan ke jangkrik untuk dikonsumsi. dan jangan lupa penjemuran yang cukup.
4. jika didalam kandang kurang mendapat asupan cahaya yang cukup. taruhlah lampu TL ultra violet. tetapi asupan vit C dan D harus ditambah lagi,(zolefikar.red)
(sumber kicaumania.org)

Perawatan AM ala OM DUTO solo


Perawatan AM

Berikut ini tanya jawab saya (Duto Sri Cahyono) dengan rekan Widodo Tri C di milis KM. Bisa dikembangkan lebih lanjut.

Tanya (Widodo Tri):
Mas Duto,
Saya punya anis merah dalam kondisi beberapa bulu ekor sudah seperti lidi dan bulu sayapnya ada yang baru dan ada yang tua/kering sekali dan bulu halus masih muda/kinclong. Tetapi sudah hampir satu bulan burung ini tidak mau mabung-2. Setiap hari saya kasih jangkrik pagi 3 sore 3, dan kroto 2 sendok teh pagi saja. Voor juga sudah saya ganti ( dari chirpy rumput laut ke top song yg bukan rumput laut). Mandi 1 minggu sekali. Dan setiap pada saat mandi, burung tsb mencabuti bulu halusnya sendiri. Tetapi setelah dimandikan burung malah jadi rajin bunyi dan bulunya tidak juga rontok-2.
Kebetulan saya browsing di internet lagi dan menemukan tulisan mas Duto ini. Mohon dong di kasih ilmunya secara detail cara untuk merontokkan bulu anis merah ini, karena saya tidak menemukan di tulisan mas Duto ( diatas ) mengenai jumlah/porsi EF cacing,jangkrik&buah ( apakah masih perlu diberikan? ). Juga apakah perlu tidaknya penjemuran selama dalam treatment perontokan bulu. Kemudian perawatan pada masa mabungnya sendiri bagaimana ya? Dan juga perawatan pasca mabung. Soalnya ini yang kedua kali saya memelihara anis merah. Yang pertama gagal total, karena burung mati setelah mabung tanpa tahu sebabnya. Jadinya saya sangat khawatir terhadap anis merah yang satunya ini. Untuk itu, mohon dong sharing ilmu perawatan anis merahnya. Trim’s berat dech atas bantuan mas Duto. Dan ini sangat saya tunggu-2 informasinya.
NB : Burung anis kandeg itu apaan sich, mas ?

Jawab (Duto):
Salam kenal.
Tentang bulu anis merah yang belum rontok meski yang lain malah sudah tumbuh bagus, nggak perlu risau. Tidak perlu dipaksakan untuk di-segera-rontok-kan. Hanya saja, sementara ini buah jangan diberikan dulu; porsi kroto ditambah; tidak dimandikan dan juga tidak dijemur kecuali hanya sebentar saja.
Masalahnya sekarang, apakah Anda memelihara anis itu untuk kicauan dan kesenangan ataukah untuk segera dilego/ditukarkan burung lain. Kalau memang untuk kesenangan, maka rawatlah anis merah secara normal, yakni diberi pakan seperti halnya ketika kondisi normal. Ya dimandikan, ya dijemur, ya diberi EF dg ukuran normal, ya diberi buah. Dengan begitu, anis tetap sehat dan terus bunyi meski dengan kondisi bulu tidak ideal.
Kalau nantinya mau segera dilego dan karenanya anda harus nguber segera utuh kondisi bulunya, ya paksakan saja untuk mempercepat proses ngurak dengan menggenjot porsi kroto; juga menyetop buah, mandi dan jemur.
Tapi hal ini tidak saya sarankan. Lebih baik, rawat saja burung secara normal dan kita nikmati kicauannya tanpa rasa tergesa-gesa untuk melihat semua aspek dari burung kita berada dalam kondisi ideal.
Untuk parawatan pascamabung, ya sama saja dengan kondisi normal. Cuma, jemurnya jangan lama2 karena akan menyebabkan bulu rusak. Juga jangan terlalu banyak jangkrik, dan kroto dan/atau cacing dulu karena akan membuat burung gemuk (biasanya masa-masa sehabis mabung, burung banyak makan). Burung yang gemuk tidak akan rajin berkicau. Kalau tidak, ya malah kandeg. Apa itu kandeg? Kandeg itu istilah jawa untuk burung yang macet bunyi. Banyak burung yang kondisi fisiknya terlihat bagus, mental bagus, tidak terlihat takut terhadap orang atau burung lain, tetapi malsa atau bahkan tidak bunyi. Itulah kandeg, banyak hal yang menyebabkan burung kandeg. Antara lain adalah kegemukan.
Demikian jawaban saya saat ini. Moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):
Terima kasih banyak atas masukannya. Sebenarnya saya memelihara anis merah ini adalah untuk tujuan lomba. Karena terus terang saya belum pernah main di burung ini. Sedangkan biasanya saya main lomba di burung-2 type fighter ( kacer, hwamei dan murai batu ). Dan setiap saya ketemu orang yang punya jagoan anis merah, kemudian saya tanya mengenai seluk beluk perawatannya selalu saja mengelak. Justru malah memberikan informasi yang ‘menakutkan’ yang katanya ginilah atau gitulah kalau memelihara anis merah. Tapi itu justru membuat saya semakin penasaran. Kebetulan dulu waktu saya tugas di jambi, saya sempat browsing dan menjadi anggota milis MPZ, dan saya lihat tulisan maupun penjelasan yang diberikan mas duto itu enak sekali. Tidak menutup-nutupi suatu hal. Cuma sayangnya saya nggak sempat copy banyak mengenai perawatan burung anis merah dan begitu kembali ke jakarta server kantor kena serang virus sehingga semua milis di yahoo di block oleh IT kita. Jadinya saya belum bisa gabung lagi di milis dan saya minta bantuan mas dutonya melalui japri.
Mengenai perawatanan anis merah untuk lomba apakah berbeda sekali dengan perawatan normal seperti yang mas duto tuliskan di bawah? Apakah pemberian extrafooding yang berlebih yg dapat memepercepat rontok bulu punya efek negatif yang besar setelahnya?
Dan saya ingin menanyakan fungsi ekstra fooding. Terutama cacing dan buah. Ada yang memberi informasi kalau pemberian cacing tiap hari akan memudahkan anis merah teler waktu di gantang. Tetapi ada yang memberitahu kalau tiap hari di beri cacing akan membuat burung tsb gembos. Dan buah khususnya apel merah bisa menggelontor/menguruskan burang pasca mabung. DAn katanya itu harus diberikan setiap hari. Yang benar itu gimana mas?

Jawab (Duto)
Ok Mas,
Perawatan anis merah untuk rumahan dan lomba, sebenarnya tidak ada bedanya. Semuanya harus menurut standar kecukupan gizi (untuk makanan) dan perlakuan (agar tidak mudah stress). Cuma saja, biasanya, burung untuk rumahan tidak terawat secara maksimal karena kita hanya memerlukan kicau merdunya setiap hari, setiap saat. Sedang kalau untuk lomba, kita perlu melatihnya bertarung di berbagai arena latihan bersama. Kalau terbukti suaranya “tembus” (keras melebihi kerasnya suara rata-rata burung lain) dan bermental bagus (teler habis dari awal sampai akhir) dengan gaya teler yang bagus (ngipas– ekor kembang-kempis seperti kipas atau nyacah– gaya teler dengan kepala mengangguk2 beritme cepat), maka kita pelihara burung itu untuk jagoan di arena lomba.
Sedangkan kalau hanya sebatas gacor tetapi gaya telernya biasa atau hanya teler kalau sendirian misalnya, maka itu cocok untuk burung rumahan.
Intinya, untuk perawatan, sebaiknya tidak ada beda. Harus sama-sama bagus.
Percepatan perontokan dengan penambahan EF (biasanya kroto dan ulat hongkong) bisa dilakukan. Cuma saja, ulat hongkong dibatasi jumlahnya (paling 10-15 ekor) dan itupun hanya ulat hongkong yang sudah diberi makan wortel atau daun pepaya.
Efeknya, burung bisa kegemukan dan kalau sudah kegemukan, sulit sekali menguruskannya lagi. Padahal, burung gemuk biasanya males bunyi.
Soal cacing, ya pastilah dia akan membuat burung mudah teler karena cacing bergizi tinggi dan merangsang burung untuk selalu bergembira ria (hehehehe….setara daging kambing untuk manusia kali ya…..).
Kalau kaitannya dengan gembos, saya kira tidak. Cuma, kalau burung terlalu banyak bunyi ketika sendirian. Maka dia akan mudah gembos kalau ditarungkan. Nah kita pilih mana? Kalau kita perlihara burung untuk kicauan di rumah, ya kalau di rumah nggak usaha dikerodong biar bunyi terus. Kalau mau buat lomba, ya kalau di rumah dikerodong terus agar tidak kehabisan stamina ketika lomba karena sudah bunyi terus sehari-dua hari sebelumnya secara terus menerus.
Kalau burung makan buah jadi kurus itu ya masuk logika sih Mas. Cuma biasanya, pemberian buah harus dibarengi dengan pengurangan jatah pakan lain (vorr——-sumber karbohidrat ataupun EF yang banyak lemaknya spt jangkrik dsb). Kalaupun digelontor buah kok tidak ada pengurangan karbohidrat, ya sama saja bohong.
Kalau kurang karbohidrat dan cuma banyak mengkonsumsi buah, maka burung bisa cepet kurus.
Cuma, pengurangan karbohidrat dan EFnya jangan kebangetan, nanti kurang gizi.
Untuk pengurusan, hal yang paling utama adalah sering memandikan burung di karamba. Dengan mandi di karamba, burung mengeluarkan energi yang besar untuk mengepak2kan dan menggetarkan sayap serta untuk menaikkan suhu tubuh. Jadi itulah sebenarnya, mengapa burung yang sering dimandikan malam hari “relatif” bagus. Sebab, kelangsingan tubuhnya terjaga dan karenanya rajin bernyanyi.
Begitu dulu ya Mas, moga-moga bermanfaat.

Tanya (Widodo Tri):
Sory mas Duto ada pertanyaan yang ketinggalan,
Kalalu anis merah dimasukkan dalam kandang umbaran ( seperti yg biasa saya lakukan untuk burung-2 fighter ) kira-kira boleh nggak ya? Apakah nanti malah bisa terjadi masalah? Ataukah malah sebaliknya, performannya dan fisiknya malah bagus?

Jawab (Duto):
Nggak menjamin jadi bagus Mas. AM itu burung yang relatif peka terhadap perubahan2 kandang, pakan, kondisi dsb. Maunya pengin jadi bagus, bisa-bisa malah jadi jeblok. Terus terang, selama ini belum pernah saya melihat/mendengar ada AM yang diterapi kandang umbaran (untuk meningkatkan stamina dengan cara memaksa dia “berolahraga”). Tapi kalau Anda mau mencobanya, itu sangat bagus.
Tinggal nanti saya menunggu report-nya. Bagaimana? Hehehehe….
Salam,
Duto Solo

saya sendiri juga masih bingung dalam menerapkan perawatan AM ini…. berbagai cara ala temen di web/temen maen.. monggo dicermati saja hehehee.. tentunya bagi AM mania sepertinya sudah terbiasa..
sumber (kicaumania.org)

BURUNG JALAK


JALAK

Leucopsar rothschildi
JALAK BALI
Jalak Bali
Status konservasi: Kritis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Familia: Sturnidae
Genus: Leucopsar
Stresemann, 1912
Spesies: L. rothschildi
Nama binomial
Leucopsar rothschildi

Jalak Bali
Jalak Bali atau dalam nama ilmiahnya Leucopsar rothschildi adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali, dimana pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan setelah pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, yang merupakan orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Dikarenakan penampilannya yang indah dan elok, Jalak Bali merupakan salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi Jalak Bali cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran Jalak Bali.

Jalak Bali dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Disadur : AriefSDA.red

Budidaya jalak suren
(Duto Sri Cahyono)

MENGEMBANGBIAKKAN JALAK SUREN
Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla.

Keistimewaan jalak suren
Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini.
Ada empat alasan orang memelihara jalak suren. Pertama, untuk menjaga rumah. Kedua, untuk kesenangan. Ketiga, untuk memancing suara burung lain agar ikut berkicau. Kecerewetan jalak uren akan merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya. Jalak suren dapat dijadikan master bagi whamei atau whabi. Keempat, untuk ditangkarkan. Usaha penang-karan dilatarbelakangi oleh kesa-daran terhadap kelestarian jenis burung ini dan alasan ekonomis. Jalak suren hasil penangkaran dapat diperjualbelikan dengan harga Rp 350.000,00 per pasang.

Membedakan jantan dan betina
Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan. Ciri fisik dan tingkah laku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan. Untuk membedakannya, harus dilakukan dengan pengamatan yang seksama.
Jalak suren jantan memiliki tubuh berbentuk lurus dengan ukuran relatif lebih besar dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepa-lanya lebih besar dan bulat, paruhnya relatif lebih panjang dan kokoh. Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam dan mengilat. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang.
Yang betina memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek. Warna hitam dan putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan.
Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina. Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras dari betina.
Untuk tujuan penangkaran, burung jantan dan betina harus dipilih yang memiliki pandangan mata tajam, postur tegap, gesit, gerakan lincah, suara lantang, dan nafsu makan tinggi.

Cara menangkar
Penangkaran merupakan solusi penting dalam menjaga populasi jalak suren supaya tidak sampai punah. Dalam menangkarkan jalak suren, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan.
Kandang sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam kandang disediakan tanaman yang tinggi, bercabang banyak, dan berdaun lebat, misalnya kemuning, klampis, kersen, atau tanaman lain yang mirip dengan tanaman tersebut. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau semak dan rumput-rumputan. Tempat berteng-ger diupayakan yang besar atau melebar untuk memudahkan perkawinan. Tempat pakan harus cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu tempat berteduh sewaktu ada hujan.
Menurut pengalaman, jalak suren yang ditempatkan dalam kandang berukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4 m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.
Selain itu, juga diberi voor yang berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
Jalak suren mulai siap berbiak pada umur 10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat dewasa kelamin dibanding jantan.
Tehnik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya, masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh harus dipindahkan dalam kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh yang lain yang sama-sama jodoh atau berebut jodoh. Ini akan mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selan-jutnya.
Jika hanya ada dua ekor, seekor jantan dan seekor betina, penjodo-han dapat dilakukan dengan mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan segera jodoh.
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada tanaman yang banyak cabangnya.
Dalam kandang penangkaran jalak suren dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat, terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan. Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur. Cara ini dapat merangsang dan membantu jalak suren untuk bersarang.
Jalak suren akan memilih sendiri tempat yang sesuai untuk bersarang. Pembuatan sarang dilakukan selama 5-10 hari, tergantung agresivitas burung. Ukuran sarang termasuk besar. Panjang tumpukan susunan sarang antara 35-45 cm, lebar 20-30 cm, dan tinggi sekitar 20 cm. Lubang tempat keluar masuknya burung berada di permukaan atas sarang, agak miring dengan derajat kemiringan antara 40-45°.
Jalak suren merupakan salah satu, mungkin satu-satunya, jenis dari keluarga Sturnidae yang membuat sarang bukan di dalam rongga pohon, tetapi menaruh sarang pada cabang-cabang pohon.
Telur jalak suren berwarna biru, berukuran 19,8 x 27,7 mm, dan berjumlah 3-4 butir. Telur dierami bergantian oleh burung jantan dan betinanya. Telur-telur itu akan menetas setelah 14 hari dierami. Selain sebagai pengganti selama pengeraman telur, yang jantan juga bertindak sebagai penga-man di luar sarang. Anak jalak suren akan dipelihara induknya sampai berumur 1,5 bulan.
Jalak suren bisa berkem-bang biak sepanjang tahun. Puncak perkembangbiakan terjadi pada pertengahan tahun, yaitu antara bulan Januari-Juni. Bulan Juli-Desember merupakan masa penurunan perkawinan.

Perawatan anak
Induk jalak suren akan menyuapi anaknya yang baru menetas dari telur dengan pakan berupa serangga, misalnya kroto, belalang, kupu-kupu, jangkrik, ulat hong-kong, ulat bambu, atau jenis serangga lain yang dijumpai. Anak jalak suren jarang disuapi buah-buahan. Demikian pula dengan anak yang sudah keluar dari sarang, pakan yang diberikan berupa serangga, sampai anakan umur 1-1,5 bulan. Setelah itu anak jalak suren mulai makan buah-buahan.
Pemberian makanan dilakukan 1-2 jam sekali setiap hari. Kira-kira umur 1,5 bulan anak jalak suren sudah disapih oleh induknya.
Selanjutnya anak jalak suren dapat dipisah dari induknya dan diperlakukan seperti halnya jalak suren dewasa. Burung muda ini selanjutnya bisa dilatih suaranya atau ditangkarkan seperti induknya.(Drs. Anthan Warsito)

Komentar untuk tulisan Drs Anthan Warsito.
Pada umumnya, apa yang ditulis Drs Anthan Warsito soal jalak suren itu memang benar adanya. Hanya saja, selama ini para peternak kesulitan dalam membedakan jantan dan betina jalak suren. Jangankan orang yang awam, para penangkar profesional di wilayah Jimbung, Klaten, pun sering kesulitan membedakan antara jantan dan betina jalak suren.
Secara umum, berikut ini komentar saya khusus soal jantan-betina. Untuk hal yang lainnya, kali lain saya ingin juga menuliskannya:

Ciri-ciri jantan-betina jalak suren secara teoritis memang seperti yang disebutkan Drs Anthan Warsito. Namun kita harus ingat, bahwa teori jenis kelamin soal jalak suren (juga anis merah, anis kembang, cucakrowo, lovebird dan sejenisnya), selalu menyebutkan “si anu lebih panjang, lebih kokoh, lebih hitam, lebih keras, lebih lebar dsb… ketimbang si anu…”. Artinya apa? Itu adalah perbandingan relativitas.
Lain halnya kalau perbedaan itu sangat nyata seperti halnya ayam jantan dan betina, dsb. Perbedaan relativitas sangat sulit diterapkan dalam praktek. Katakanlah saya menyodorkan satu jalak suren kepada Anda, lantas saya minta Anda menerka jantan atau betinakah jalak tersebut. Saya yakin Anda akan kebingungan karena Anda tidak bisa membandingkan dengan jalak lain yang sudah ketahuan jenis kelaminnya. Saya yakin Anda akan lebih bingung ketika saya sodorkan 10 ekor jalak suren untuk dipilah jantan-betinanya. Saya juga yakin, para teoritisi jalak suren itu sesungguhnya tidak paham betul soal jalak suren. Mengapa? Sebab, berdasar pengalaman bertahun-tahun soal warna merah di sekitrar mata, kekokohan kaki, cara berdiri, kilat hitam pada bulu, belahan dada, keceriwisan, agresivitas (dan segala macam atribut jalak suren yang disebutkan dalam teori itu) sangat-sangat tergantung, terutama pada lima hal: A) Habitat asli dari si burung; B) Makanan (jenis makanan/gizi/mineral/vitamin); C) Sinar matahari; D) Ketersediaan air; E). Masa birahi.
Penjelasan poin A). Jalak suren lokal jawa dengan habitat asli rawa-rawa berbeda dengan berhabitat asli sawah. Jalak rawa relatif ramping tetapi pendek, kaki cenderung kehitaman, warna merah kates matang di seputar mata tidak muncul (cenderung kuning); bulu hitam cenderung kusam, tak ada belahan pada bulu dada. Artinya: Jalak jantan berhabitat asli rawa “lebih pucat mukanya”, “lebih kusam bulu hitamnya”, “lebih kecil tubuhnya” dari jalak suren betina berhabitat asli sawah. Kalau keduanya disodorkan kepada “para teoritisi” jalak suren, saya berani bertaruh, mereka akan menyebut si betina sebagai jantan dan si jantan sebagai betina.

Penjelasan poin B, C dan D): Jalak suren yang cukup dalam mengkonsumsi vitaman A, C dan D, secara rutin terkena matahari (terutama jalak tangkaran) dan rajin mandi, akan memiliki bulu dengan kilat tajam yang jelas (hitamnya legam dan mengkilat, putihnya sangat bersih), kokoh dan lincah bergerak. Artinya, jalak betina yang sejak anakan terpenuhi dalam makanan, air dan sinar matahari jelas lebih lincah, bersih dan kokoh (juga lebih besar) ketimbang jalak jantan yang yang dipelihara dengan makanan, air dan sinar matahari standar (misalnya burung untuk kicauan di rumah). Dalam hal ini pun saya yakin, jika seekor betina yang terawat secara bagus dan seekor jantan yang dipelihara dengan cara standar disodorkan kepada “para teoritisi” jalak suren, mereka juga akan menyebut si betina sebagai jantan dan si jantan sebagai betina.
Penjelasan poin E): Semakin birahi jalak suren semakin ceriwis/gacor-lah dia. Sebagai contoh ektrem: Campurkan saja betina birahi dengan pejantan yang baru saja genap bulu (sehabis brodol), maka Anda akan menyaksikan betapa si betina begitu ngecrek berkepenjangan juga bersiul-siul tanpa henti namun pada saat yang sama si jantan malah melakukan aksi mogok bicara alias mbisu dan kalaupun bunyi hanya ngik-ngik crek nan monoton. Hayo, tunjukkan kepada para teoritisi jalak suren itu, maka mereka akan dengan lantang mengatakan yang suaranya ngerol, ngecrek terus dengan siulan aduhai serta menari jika didekati orang itulah yang jantan.
Lantas, untuk menandai apakah seekor burung itu jantan atau betina itu bagaimana? Saya katakan itu memang sulit. Selama ini, yang digunakan para penangkar jalak suren ada dua cara, yakni:………..hehehehehe, ntar ya Mas. Kesel banget nih tangan Untuk menandai apakah jalak suren jantan atau betina memang sulit (bahkan oleh para penangkar kawakan). Selama ini, yang digunakan para penangkar jalak suren ada dua cara.

PERTAMA menggunakan pendulum atau logam (sembarang logam) yang digantung dengan benang. Pendulum tersebut diterakan di atas kepala burung. Kalau pendulum bergerak memutar, berarti burung yang ditanda adalah betina. Kalau gerakan bolak-baliknya searah (lurus) berarti itu burung jantan. Cara ini bisa diterapkan ke semua jenis burung, termasuk anis merah dan kembang yang biasanya orang kesulitan membedakan jenis kelaminnya.

KEDUA, jalak suren jantan/betina juga bisa dilihat dari perilakunya. Yakni, jika ada dua jalak suren didekatkan (pantau secara cermat setiap hari sampai sekitar 1 pekan) tidak ada yang menunjukkan perilaku ngleper (sayap dan ekor bergetar/bergerak rapat) maka keduanya adalah jantan-jantan atau betina-betina. Jika salah satunya ngleper, berarti yang ngleper adalah betina dan yang satunya pasti jantan (tidak ada jantan ngleper dan tidak ada betina ngleper di depan betina).

Untuk tahap awal menentukan jantan-betina yah gunakan saja teori-teori yang sudah ada (dari bulu, bentuk kepala, kaki dll) tapi hal itu jangan digunakan sebagai pegangan utama (ya percaya 20 persen sajalah).
Sementara itu khusus untuk jalak suren jantan usia di atas 1,5 tahun (usia produktif) ADA WARNA LINGKARAN BIRU DI DUBURNYA. Artinya, kalau ada warna birunya, pasti itu jalak suren jantan. Tetapi meskipun jalak suren jantan, belum tentu ada warna birunya karena mungkin saja usianya masih di bawah satu tahun (belum produktif).
Salam,
Duto Solo

Jika kita tdk mau ambil resiko mestinya kita beli calon JS yg benar-benar telah siap kelamin, bukan saat anakan masih usia 1,5 bln. Lebih tepatnya belilah kpd orang yg bisa memberi garansi jenis kelamin jika kelak memang JS yg kita beli berkelamin sama. Pastikan umurnya minimal 8 atau 9 bln, krn di saat usia tsb perbedaan jantan/betina akan sangat jelas dari fisik maupun perilakunya dg ciri-ciri spt yg diungkapkan sesepuh kicau mania kita, hee..heee hee. Atau kalau msh ragu juga, mestinya kita harus siap jebol kandang saja utk case spt ini

Kejar-kejaran dan saling patuk adalah hal yg wajar, toh diusia spt itu ego-ego jalak sdh mulai muncul, kalau di kita mungkin pas ABG kali yaa.. ?
Amatilah apakah kejar-kejarannya masih dlm batas wajar, wajar dlm artian tdk saling bantai sampai berdarah-darah tentunya.

Melihat perilaku diatas, saya pun sempat telpon bbrp penangkar profesional utk tukar tambah JS yang saya tangkarkan (saat saya ambil anakan masih usai 5 bln), namun dr bbrp penangkar yg sdh saya kenal mengisyaratkan sesuatu perilaku yg wajar dari JS yg saya tangkarkan. Bahkan perilaku ini dibawa sampai sekarang disaat keduanya telah terbukti beda jantan + betinanya.

Bahkan setiap kali mau mengerami telor, saya hrs mengangkat dan memisahkan JS jantan agar tdk sll mengejar dan menghajar indukan betinanya. (baca; tdk semua indukan jantan berperilaku spt ini).

Satu lagi, tidur TIDAK SELALU berdekatan bukan berarti tdk jodoh Bung.

Indukan JS dan dan Decu saya kalau tidur tdk sll berdekatan tuuuch, nyatanya mereka telah bbrp kali menghasilkan anakan yg imut-imut.(Std.red)
paruh dan kuku JS
JS ku.kok paruhnya panjang sebelah ya?apakah tu jalak silangan dari JM?umur jalak kurang tau,setahun yang lalu tebus dari pedagang,sekarang kaki sebelah kiri udah kaya pke boot,tapi yang kanan engga.
apakah paruh klo di potong ,JS bisa mati?
ato di biarkan saja.soalnya kasian lihatnya kayanya susah makan.
satu lagi kuku2 JS kayanya nambah panjang?boleh ga dipotong?
perawatan tiap hari mandi sore ,ajangkrik sore 2.jemur klo minggu
Untuk potong paruh/kuku dalam dunia unggas itu hal yg lazim/biasa.
Caranya 3 hr sebelum acara potong JS di beri vit&anti stres yg biasa di jual2 banyak merk kok,di campur di air minum
Nah pelaksanaan potong bisa dng pisau atau soldel yg dipipihkan spt pisau.
Caranya siapkan tatak papan lilin untuk bakar ujung pisau/solder tinggal colok ke power listrik.
Pegang JS paruh tempatkan di tatakan sth pisau di rasa cukup panas tinggal potong sedikit tekan TAPI ingat jg terlalu panjang nati keluar darah kalopun keluar darah ga masalah tinggal kasih betadine ,kli kuku ga perlu pemanasan pisau bisa dng gunting kuku bisa.
Itu aja N coba cek di forum sdh pernah di ulas kok?
Sth potong jangan lupa pemberian vitastres di lanjutkan 3 hari lagi.
Betul di alam tdk ada pedimeni segala tapi perlu di ingat sth kita rawat burung itu segalanya berobah 180″ jadi kalo di alam mungkin bisa makan / matuk2 barang2 yg keras spt grit dll tapi sth di tangan manusia weh sangat2 beda.
Tentang alat HARUS panas selain untuk melembekan tulang paruh jg untuk menutup luka ,karena klo alat ga panas bisa2 paruh pecah…hal ini sering saya coba di jenis ayam petelor ,kalo di unggas besar acara potong paruh hal yg rutin ,cuma kita harus sedikit sabar karena burung pasti jadi stres. (Ndoroagung.red)

Baru 3 bulan bulu JS ambrol lagi
kira2 3 bln yang lalu JS saya selesai mabung dari bulu coklat mjd bulu hitam tp ko kenapa ya sekarang bulunya ambrol lg? & Kira2 umur berapa JS berubah bulu dari bulu coklat ke bulu hitam & dari warna kuning menjadi warna merah pd sekitar mata?
untuk JS warna burung berubah dari coklat ke hitam biasanya usia 4 bulanan, untuk warna kuning menjadi merah biasanya terantung jenis kelamin, klo jadi kemerahan biasanya cowok, dan itu pun klo banyak dijemur waktu pagi sampai jam 10an (Solobf.red)

JS gigitin bulu kaki
JS ku kok matukin bulu yang ada di pahanya ya sampai berdarah darah. Pengobatan yang sudah saya lakukan JS saya mandikan pakai sampo burung abis itu lukanya saya kasih obat antiseptik merk B******E. Bener ndak nih penanganan yang saya lakukan. Sebagai catatan sampai sekarang burung tetap gacor dan lincah.

terlalu birahi mungkin mas beben,maaf klo salah..monggo di share perwatan sehari2nya,JS saya dulu malah cabutin bulu sayap ma ekorampe berdarah.trus sering di mandikan,kasih buah apel/pisang/pepaya,jangkrik/kroto/ulat stop.akhirnya normal kembali walaupun masih ga rapi bulunya tapi tetep gacor.(kangrip.red)

JS ku Mencret dan Letoy
Saya punya JS umurnya kurang lebih 6 bulanan, sudah rajin bunyi dan disertai kepala jambul…
Semalem saya iseng2 tak mandiin malem dan ga tahunya malah menggigil, krn bulu masih basah akhirnya semalam tak pake kerodong, dan pagi tadi burung terlihat loyo mencret malah kotorannya cuma air saja, bulu merinding, dan belum terlihat mau makan, saya curiga ini sudah ada tanda2 mau tewas. Tadi pagi sebelum tak tinggal nguli tak kasih pisang, jangkrik, kroto dan ulet bambu dg tujuan spy bs milih mana yang dia suka.

Kalau saja masih dikasih umur panjang sampai nanti sore, apa yg harus saya lakukan spy itu burung bisa pulih kembali… ? Soal JS saya bener2 ga tahu, mohon bantuannya donk pliiiis…
coba deh kalau masih ada umur JS-nya dicekokin madu dan di didalam sangkar diberikan lampu 5 watt untuk menjaga kehangatan tubuhnya atau ditaruh di tempat yang agak hangat supaya mengembalikan kehangatan tubuh burung. hindari dari angin jahat

kasih UH diharapkan membantu kehangatan tubuhnya, mudah-mudahan JS-nya suka JS, kasih aja secukupnya 4 atau 5 ekor, kalau kondisinya parah.. di loloh atau dipaksa juga nggak papa kang.. daripada kelaparan dan kondisinya makin buruk.. pokoknya usahakan burung agar mau makan.. itu aja dulu yang diusahakan… apa makanan kegemarannya.. diusahakan jangan dikasih pepaya atau buahan yang bersifat dingin dulu kang…(indraf.red)
full kerodong, taro tempat hangat,, kalo perlu lampu bohlam 5 watt
kasih antibiotik Trym***n di tempat minumnya(niceguy.red)
Coba JSnya dikerodong, taro dikamar atau gudang dan nyalakan lampu bohlam minimal yang 25 watt. Cara om Abi memberikan variasi makanan yg banyak sudah betul. Karena kotorannya encer berarti banyak cairan yg terbuang, sama seperti kalau kita lagi diare. Untuk mengganti cairan yang terbuang, coba beli cairan infus di apotek. Cairan ini diberikan sebagai pengganti air minum. Tapi ingat, pagi dikasih , sore sudah harus diganti dengan air biasa. Besok paginya diganti lagi dengan cairan infus. Cairan infus yg sudah terpakai harus disimpan dikulkas. Jika cairan infus berubah warna (tidak bening lagi) jangan dipakai lagi. Maximum pemberian cairan infus adalah 3 hari. Saya berani sharing karena sudah membuktikan sendiri. Mudah2an berhasil. Satu lagi, masalah JS suka acak2 voor. Coba ganti voornya dengan jenis lain.(ben.red)

Jalak Hitam vs Jalak Kebo
ada yang ingin saya ketahui, ada jalak warna hitam tapi kayaknya bukan JK, cirinya ukuran paruhnya agak besar tapi agak pendek, trus kaki dan bodi agak besar jika dibandingkan dengn JK, jenis jala apa ya.

Lalu, saya punya Jalak Nias, tapi suaranya kenapa cuman kruiiik… kruiik… tapi kadang bisa “teriak” crik..kraakk…, kenapa ya ? apa itu JN cew, tapi kadang dia suka manggut2 sambil bunyi. gimana caranya biar dia bisa ngoceh.
Memang saya juga pernah melihat seperti itu, tubuhnya memang agak besar paruh pendek dan tebal tapi saya juga kuran tau jenis brung apa..
Yang jelas, burung ini memang engga pernah bisa berkicau…(rony.red)
kalo body mirip Beo, dg kaki dan paruh kuning, tapi bisa bdendang variatif.beasr kemungkinan itu burung TIUNG, sejenis anis….oh iya bung fian burung TIUNG ini mmng kt nya bisa menirukanburung jenis lainnya, pakan nya apa aja di sikat…oh iya kalo iya itu TIUNG biji mata nya ya mirip anis, belok dan hitam ke coklatan..

Perkara JS ingin gacor, sy pernah punya malahan ampe 7 thn sy plihara…
dia akan lebih rajin dan variatif kicau jika anda memang banyak juga koleksi burung lainnya, karena si JN ini cenderung , burung yg ga bisa diem,..artinya kalo ada siulan/tembakan dia akan membalas nya,…saran aja..coba anda plihara LB ata JS ya minimal Crucukan yg ngerol,..so si JN anda akan lebih tertarik u/ kicau.
soal rawatan. gampang…cukup mandi semprot aja pagi2 boleh setiap hari atawa 2x dlm seminggu….kasih VOer ber-merk , jgan kilo-an…juga sesekali boleh di kasih Ex-Food ( boleh jangkrik/Ulet Hk…secukup nya)dia juga doyan buah, pepaya /pisang,..dia mau.(kumismacan.red)
Perawatan jalak nias
mohon pencerahan para KM yg pernah punya momongan jalak nias/aku katakan jalak nias karena burungnya persis yg pernah dijual oleh om yogaswara di forum jual karena ditempatku jarang ada jalak seperti itu dan kebanyakan jalak warna hitam (org sini bilang jalak kebo) maka aku beli aja dg harga 75 rb, mohon pencrahannya cara ngrawatnya biar jalak niasku jadi yahut gitu loh krn aku ngak pernah punya jalak.
kalau di bandung ada yang bilang burung ini kerak batam OM biasanya dipakai master MB. pentet, AM, AK karena suaranya cerewetnya yang panjang juga suara utannya, perawatan burung ini sama dengan burung kicau lain mandi jemur, pakan untuk harian pur trus EF seperti jangkrik, kroto trus buah pepaya burung ini termasuk burung yang rakus.(tonyy.red)
Karakter asli jalak itu liar, makanya dari dini harus di latih. Kalau saya lebih seneng miara yang umur sebulan, lebih mudah di jinakan.Yang jelas jenis Jalak makannya kuat, terutama Jalak Hongkong, yang paling hemat cuman Jalak Suren, menurut saya loh.Yang jelas konsumsi sebanding dengan pengeluaran, tiap hari harus rajin di bersihin kotorannya, Mandiin rutin, mudah2an cepet jinak(fauzanzhd.red)

Perwatan gampang kok om, makan cuma voer topsong aja, dan air minum.
mandi pagi hanya semprot2x aja dan dijemur sebentar aja, dah langsung gantung deh.seminggu sekali boleh dikasih vitamin burung apa saja agar tetap lebih prima(masgay.red)
Telur di Buang!
Ada nggak yg punya pengalaman,…jalak suren telur nya di buang…?

Kemarin Jalak uret saya bertelur 3 pcs,.. eh tiba2 baginya ada 2 pcs udah tinggal kulitnya di bawah,… berarti tinggal satu..
Gak taunya di 5 hari berikutnya,.. satu2nya telur yg tinggal di buang juga,..
Kira2 apa yach penyebabnya..please dong sharingnya.
Ane belum berternak JS. Tapi kalau itu telor pertama, harap maklum. Biasanya baru belajar emang begitu.. AK ane gitu juga kok dulu.. Sabar aja om.. biasanya nggak lama nelor lagi kok (yulpri.red)
Penangkaran jalak putih bali
Dari dulu saya ingin ingin sekali belajar penangkaran burung, terutama burung yang sudah mulai sulit ditemukan di habitat aslinya(langka) http://www.sbi-info.org/?p=7. Sekarang saya punya seekor jalak putih jantan yang relatif masih muda, umurnya kurang lebih 2 tahun, sudah gacor dan sekarang dalam kondisi hampir selesai mabung. Saya ingin menjodohkan burung tersebut dengan jalak putih betina punya tetangga saya, dimana umur burung betina tersebut jauh lebih tua, kira2 lebih dari 5 tahun, karena sekarang memang sulit sekali mencari jalak putih yang dulu habitatnya di bali, karena sepengetahuan saya jalak putih yang sekarang masih ada di pasaran berbeda dengan jalak putih(“Curik” sebutan orang Bali untuk burung tersebut).
Pertanyaan saya: Dilihat dari usia burung betina yang sudah tua, seandainya kedua burung tersebut jodoh, apakah masih bisa untuk bereproduksi dengan baik?

sepertinya asal yang jantan didekatkan dengan yang betina terus yang betina merespons dengan baik saya rasa umur tidak memperngaruhi yah..umur jalak putih itu sekitar 10 tahun mungkin bisa lebih kalo di rawat dengan baik.
kandang nya juga nggak usah besar besar cukup dengan 1mX1mX2m(tinggi)(maxman.red)

JS gigitin ekor
si JS kepunyaan saya suka mematuki ekornya sampai habis,,padahal tidak kutuan,,bulu dari kepala sampai badan super mulus tapi ekornya selalu habis manakala tumbuh baru selalu dipatukin mohon saran dari om2 semuanya,,,
Rawatan harian poor warna ijo/rumput laut,, plus jangkrik 5 ekor tiap pagi,,,mandi disemprot 2x seminggu,,(indranugraha.red)
penyebab burung matukin bulu ekornya ada beberapa sebab… bisa karena :
1. kutuan (tapi sepertinya tidak ya?)
2. over birahi coba dikurangi EF-nya om… pagi 2 jangkrik dan sore 2 serta sesering mungkin dimandikan… baiknya menggunakan keramba.. atau kalau disemprot sampai basah kuyup untuk menurunkan birahinya
3. atau ketika bulu dicabut tidak sempurna sehingga jadi gatal terus… mungkin menunggu sampai masa mabung hingga bersih….
4. bisa jadi karena bawaan dari burung tersebut… kalau boleh tahu umurnya kisaran berapa om ? ada kasus di burung cendet yang selalu matukin bulu ekornya sampai habis… walau treatment mandi dengan sirih dan menurunkan birahi sudah dilakukan…(indraf.red)

Takut sama jangkrik
Gimana caranya biar jalak putih saya mau makan jangkrik,karena setiap kali dikasi jangkrik dia takut,tapi kalau dikasi belalang dia doyang
coba EF UHnya dihentikan dulu… karena dia merasa nanti juga akan dikasih UH jadi malas untuk EF yang lain…. gpp kok jalak nggak pakai EF sementara… nah setelah 3-4 hari coba kasih clondo (jangkrik yang masih kecil…. boleh masih hidup atau dimatikan… biasanya kalau sudah mati sih burung kurang interest)…(indraf.red)

Klo burungnya doyan voer, bisa dicoba jangkriknya dipotong kaki2nya dan diletakkan di tempat voer. Harapannya setiap burung akan makan voer sudah tersedia pula jangkrik. Tolong dipantau setiap hari stelah pemberian jangkrik yg disatukan di tempat voer…. misal disediakan 3 jangkrik apakah masih tersisa…? Klo gak dimakan brarti perlu dilaparkan dulu. Klo ternyata hanya dimakan 1 – 2 ekor brarti belum terlalu doyan dengan jangkrik……(N1L4.red)

Jalak Suren Katarak
Gimana Menyembuhkan katarak pada Jalak Suren…..???
Kalau pengalaman saya , jika warna putih dibagian luarsaja, agak mudah untuk disembuhkan, bisa pakai cendoCetrol atau di tetesin air siput ( siput di patahkan
bagian belakangnya dan teteskan di mata, 1 minggubiasanya sudah beres )

Tapi kalau titik putih kena dari dalam baiasanyalama-kelamaan bisa tembus ke sebelahnya, caranya sayabelum paham. Tapi saat ini saya coba terapi pada AK
saya pakai Salep Teramieycin Oksitetraiskein 2 harisekali dan sepertinya ada perubahan, tadinya sebelahsudah tidak bisa lihat jika di ganggu pakai tangan,
tapi sekarang sudah mulai berekasi jika diganggu pakaitangan.(masgay.red)

JS mandeg apa iya !!!
kemarin saya baru beli JS umur +/- satu tahun,jantan, jinak.
klo dilihat dari penampilan fisiknya sih ini JS ganteng banget (Bulu rapih mengkilap)
keadaan di tempat penjualnya burung ini g bunyi tapi karena fisiknya bagus saya tetap beli, saya berharap dengan perawatan extra JS ini bisa gacor.
hari pertama saya kasih jangkrik 25 ekor trus baru kedengeran bunyi Krek-Krek.
pertanyaannya apa mungkin JS mengalami yang namanya mandeg seperti di AM ?
walau sebenarnya betina pun bunyi,, walau gak seheboh jantan…
jangkrik kebanyakan tuh om,, biasa aja,, 5-5,,, UH 5 jg,,, sama pisang/pepaya buat harian.. taro di tempat rame,, biasa cepat bunyi tuh(niceguy.red)
Memang harga berapa Om Firman beli itu JS, harga JS Jawa dgn JS Malaysia beda loh Om, mahalan harga JS Jawa, JS Jawa saya umur 6-7 bln jg pertama dibawa ke rmh tdk mau bunyi padahal di tukang dagangnya bunyi & berjambul, kebalikan dari JS nya Om Firman ya, setelah hampir 2 minggu di rmh baru dia mau berkicau, Kalo masalah gacor jenis jalak pasti kacor yg penting burung tsb sehat , EF jangkrik 5 ekor itu jg malam jam 8 setelah dimadiin baru dikasih jangkrik.(adenirza.red)(kicaumania.org)

Burung prenjak


Prenjak

Perenjak Jawa
Perenjak adalah nama segolongan burung kecil yang lincah dan banyak berkicau. Dahulu, kelompok burung ini dimasukkan ke dalam satu suku (familia) yakni Sylviidae, namun belakangan ini –menurut taksonomi Sibley-Ahlquist yang berdasarkan analisis DNA– suku tersebut dipecah kekerabatannya menjadi Sylviidae (part) dan Cisticolidae.

Perenjak disebut dengan nama-nama umum di pelbagai daerah, seperti prenjak (Jw.), ciblek (Jw.), cinenen (Sd.), cici atau kecici (Btw.), murai (Mly.), dan lain-lain.
Perenjak
Status konservasi: Beresiko rendah (lc)
Cici padi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Suku
Cisticolidae
Sylviidae
Ciri-ciri

Burung ini umumnya berukuran kecil, ramping dan berekor panjang. Panjang tubuh, diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor, kebanyakan antara 10-15 cm; meski ada pula yang lebih dari 25 cm. Kebanyakan berwarna kekuningan, hijau zaitun, atau kecoklatan di punggung, dengan warna keputihan atau kekuningan di perut.

Bersuara nyaring dan resik, perenjak seringkali berbunyi tiba-tiba dan berisik. Beberapa jenis berbunyi keras untuk menandai kehadirannya, sambil bertengger pada ujung tonggak, ujung ranting, tiang, kawat listrik atau tempat-tempat menonjol lainnya.
Kebiasaan

Burung perenjak menyukai tempat-tempat terbuka, seperti wilayah semak belukar, padang ilalang, kebun, pekarangan, tepi sawah dan rawa, tepi hutan dan lain-lain.

Mencari makanannya yang berupa ulat, belalang, capung dan aneka serangga kecil lainnya, yang tersembunyi di antara dedaunan dan ranting semak atau pohon. Perenjak sering dijumpai berpasangan, atau dengan anak-anaknya yang beranjak dewasa.

Jenis-jenis perenjak sering bersarang di rumpun ilalang, semak belukar atau kerimbunan daun perdu. Terkadang sarang ini ‘dititipi’ telur burung wikwik kelabu (Cacomantis merulinus) dan sebangsanya yang bersifat parasit.
Ragam jenis

Beberapa contoh jenis perenjak yang sering teramati di sekitar kita adalah:

Suku Cisticolidae

* Perenjak jawa (Prinia familiaris)
* Cici padi (Cisticola juncidis)

Suku Sylviidae

* Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
* Cinenen kelabu (O. ruficeps)
* Cica kored (Megalurus palustris)
(sumber kicaumania.org/arif sda)

CUCAK jenggot


Pemilihan bahan burung cucak jenggot yang baik
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Jenggot:

* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
* Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
* Warna bulu tegas dan kering, diyakini memiliki irama lagu yang sangat panjang.
* Memiliki Jambul dan Jenggot yang lebih besar. Burung akan mempunyai wibawa yang besar apabila berhadapan dengan burung Cucak Jenggot lain.
(kicaumania.org/ekan79)

semua tentang murai


ini salah satu MB trotol yang saya punya ekor baru 15 cm

Murai Batu

Murai batu (Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran Burung Muray batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif. Serta penampilan fisiknya yang indah. Ciri umum semua jenis murai batu adalah ekornya yang panjangnya melebihi ukuran badannya. Kepala, leher, dada bagian atas, dan paruhnya berwarna hitam berkilau. Badan bagian bawah berwarna cokelat kemerahan. Panjang badan untuk betina 22 cm, sedangkan untuk jantan mencapai 28 cm.

MENGENAL KERABAT DEKAT MURAI BATU

Murai batu yang banyak dikenal selama ini merupakan jenis burung yang termasuk suku burung “cerdas”. Hampir semua jenis yang ada dalam suku tersebut, Turdidae, merupakan burung peniru dan penyanyi terbaik dalam komunitas burung kicauan.
Suku burung ini cukup banyak jenisnya dan tersebar luas di dunia. Jenis-jenis yang ada termasuk dalam banyak kelompok burung, seperti cingcoang, kucica, meninting, tiung, dan anis.
Berbagai jenis burung yang ada dalam suku Turdidae tersebut umumnya mempunyai pola penampilan warna yang beragam dan menarik. Ukuran tubuhnya rata-rata sedang, kepala bulat, kaki agak panjang, paruh runcing dan ramping, dan sayapnya lebar.
Secara umum kelompok burung ini suka memakan serangga atau invertebrata lainnya dan buah-buahan. Dalam mencari makanan, secara umum jenis burung ini suka mencari makan di permukaan tanah dengan terbang rendah.
Karena kehidupannya banyak dihabiskan di permukaan tanah, kelompok burung ini menjadi suka membuat sarang di semak atau pepohonan yang tidak terlalu tinggi. Sarang umumnya berbentuk seperti cawan yang terbuat dari anyaman daun atau ranting kering yang diletakkan di cabang pohon.
Walaupun suku Turdidae memiliki banyak kelompok, tetapi jenis murai batu hanya ada satu. Namun, karena mempunyai penyebaran yang cukup luas, murai batu yang ada di mana-mana berkembang sesuai dengan kondisi lingkungannya. Perkembangan dalam lingkungan yang berbeda ini kemudian memunculkan variasi bentuk dan ukuran pada tubuhnya, seperti murai asal Sumatera diyakini mempunyai ukuran tubuh yang tidak terlalu besar dan berekor panjang. Berbeda dengan murai batu yang berkembang di Kalimantan. Ukuran tubuhnya agak sedikit lebih besar, ekornya pendek. Demikian pula dengan murai batu yang hidup di kepulauan lain juga mempunyai spesifikasi.
Karena penyebaran burung ini cukup luas, mulai dari India hingga ke Indonesia, maka orang mengenal jenis-jenisnya sesuai dengan daerah asalnya sehingga ada murai batu india, murai batu cina, murai batu filipina, murai batu malaysia, murai batu kalimantan, murai batu sumatera (medan atau lampung), murai batu jawa (larwo), dan murai batu bali yang sudah langka.
Dari beberapa jenis murai batu yang ada masing-masing mempunyai ciri sendiri-sendiri. Dari ciri-cirinya, murai batu yang banyak dipelihara oleh para penggemar burung di Indonesia adalah murai batu yang berasal dari Sumatera, Malaysia, dan Kalimantan. Murai batu dari ketiga tempat tersebut mempunyai penampilan yang cukup bagus saat berkicau. Kalau berkicau, mampu melagukan irama yang cukup merdu. Tidak jarang murai batu ini juga menyanyikan irama lagu burung lain. Adapun ciri murai batu dari ketiga tempat tersebut adalah sebagai berikut :

Murai batu malaysia
Salah satu ciri khas murai batu dari negeri jiran ini adalah badannya yang kecil dengan kombinasi ekor yang cukup panjang. Ekor murai batu malaysia ini bila dilihat secara seksama agak tipis dibanding dengan murai batu dari tempat lain. Karena tulang bulu ekornya lebih tipis dan panjang, dalam keadaan diam ekor murai batu asal Malaysia ini agak melengkung ke bawah (lentur).
Bila sedang berkicau, gerakan ekornya naik turun seperti cambuk. Dari segi suara, burung ini cukup merdu dan variatif irama lagunya. Burung ini cukup cerdas sehingga mudah dilatih dengan lagu burung lain yang merdu.

Murai batu sumatera
Murai batu sumatera yang dikenal selama ini ada ada dua, yaitu dari Medan dan Lampung. Pkdahal, secara umum di berbagai daerah di Sumatera masih bisa ditemui murai batu. Namun, karena pedagang dari berbagai daerah, khususnya Jawa, kalau membeli murai batu ke pengepul di Medan atau Lampung, menjadikan orang menganggap murai batu di Sumatera hanya ada di Medan dan Lampung.
Murai batu yang berasal dari Sumatera ini secara umum badannya sedikit lebih besar dari murai batu malaysia. Ekornya kira-kira sepanjang 22-24 cm. Karena tulang bulunya lebih tebal maka pada saat bernyanyi ekor yang digerakkan naik turun terlihat agak kaku.
Dari segi suara, secara umum penggemar burung lebih menyukai murai batu asal Medan dibanding dari Lampung. Hal itu dikarenakan penggemar burung mengganggap murai batu asal Medan ini lebih cerdas sehingga kalau diisi dengan suara burung lain lebih mudah meniru. Kemudian, dalam membawakan lagu antara variasi satu dengan variasi lagu lain bisa bersambungan dan ngeroll. Yang dari Lampung dalam membawakan lagu sering mengulang-ulang atau istilah dalam perburungan ngeban.

Murai batu Kalimantan
Murai batu dari Kalimantan ciri fisik utamanya adalah ukuran badannya sedang dengan variasi ekor yang jauh lebih pendek dibanding dengan murai batu asal Malaysia atau Sumatera. Panjang ekor rata-rata hanya 13 cm, semakin ke ujung ekornya semakin melebar.
Murai batu asal Kalimantan kurang begitu disukai karena dianggap kurang mempunyai banyak variasi lagu. Padahal, sebenarnya tidak demikian. Asal mau mendidiknya atau melatih dengan lagu burung lain, murai batu asal Kalimantan tidak kalah dengan murai batu asal Sumatera atau Malaysia. Cuma, dari segi penampilan murai batu Kalimantan memang kalah menarik sebab ekornya yang pendek kalau lagi berkicau naik turunnya tidak seindah murai batu asal Malaysia atau Sumatera.
Namun demikian, bukan berarti burung ini jelek. Dalam hal lagu, murai batu kalimantan memang kalah dengan murai batu asal Sumatera. Namun, kalau perawatan sejak awal baik dan dipadu dengan pemberian master burung yang punya suara merdu, burung ini tidak kalah dengan murai batu asal Sumatera atau Malaysia.
(ARIEF_SDA)

Muray Batu bersifat Teritorial
Pemikat burung muray batu biasanya akan mencari muray, dgn berbekal seekor MB pemikat yang sudah ngerol.
Sampai di lokasi yang dia tuju, maka MB pemikat langsung diletakkan di tempat yang dia tentukan dan MB pemikat langsung akan berbunyi. Biasanya tidak beberapa lama akan datang seekor MB betina menghampiri MB pemikat. Dalam hitungan detik MB betina ini langsung lari mendengar MB pemikat berbunyi.
Tak lebih dari 2 menit setelah itu, datang MB jantan dan MB betina yang tadi lari dan langsung berusaha menghajar MB pemikat.
Setelah itu, terperangkaplah sepasang MB tsb.

Inti sari dari episode tsb di atas adalah:
1. MB sangat sensitif sekali menjaga wilayah teritorialnya, baik yang Co maupun Ce.
2. MB adalah jenis burung yang mempunyai sifat monogami.
Begitu MB pemikat menyusup ke wilayahnya, MB betina langsung melaporkan kejadian ini pada sang Jantan.

TIPS MEMILIH MURAY BATU BAKALAN
Diasumsikan MB bakalan adalah MB tangkapan hutan yang belum makan voer dan harganya juga relatif murah.
Yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan ini adalah:
1. Mata
Hindari membeli MB yang pada matanya sudah kelihatan tanda adanya katarak, yaitu selaput berwarna putih pada bola mata. Jika MB sudah katarak, resiko MB tsb menjadi buta sangat tinggi sekali.
2. Kaki.
Usahakan cari kaki MB yang berwarna hitam, karena MB yang memiliki warna hitam pada kakinya, diyakini punya mental berani. Tapi ingat, bukan berarti kaki berwarna lain tidak bagus.
Hindari memilih MB yang memiliki kuku kaki bagian belakang (kelingking) berwarna tidak sejenis, yaitu satu hitam satu lagi putih.
Kami menyebut kuku yang seperti ini dgn sebutan kuku ******.
MB yang memiliki kuku seperti ini sangat diyakini memiliki mental yang tidak stabil, artinya kalau lagi on fire dia bisa hebat, tapi juga sering down.
3. Ekor.
Cari MB yang memiliki ekor rapat dan tidak terlalu tebal. Ekor yang seperti ini selain enak dipandang, juga akan membuat MB memainkan ekornya pada saat ditrek.
Hindari membeli MB dengan ekor bercabang atau menggunting. MB ini diyakini memiliki mental tidak stabil.
Hindari juga membeli MB yang tidak punya ekor, karena kita tidak bakalan tahu bagaimana bentuk dan jenis ekor dari MB tsb, jika ekornya sudah tumbuh kembali.
4. Bulu Dada.
Kebayakan MB memiliki bulu dada berwarna coklat, tapi jika anda mendapatkan MB dgn bulu dada cenderung berwarna kekuningan, maka itu rezeki anda. MB bakalan dengan warna bulu dada seperti ini, biasanya cepat berbunyi dan cepat juga jadi.
5. Usia
Jangan pernah menilai usia MB hanya berdasarkan pengamatan pada kaki, ini bisa menipu calon pembeli.
Tipsnya, tangkap MB tersebut, buka mulutnya dan perhatikan rongga mulutnya. Jika masih berwarna putih atau sedikit cerah, maka MB tersebut masih muda, jika sudah berwarna hitam berarti MB tsb sudah tua dan semakin pekat warna hitamnya, semakin tua usia MB tsb.
MB bakalan muda juga mempunyai tanda bulu yang masih berbintik cokelat dibagian sayap sebelah luar maupun sayap sebelah dalam.
6. Tingkah.
Jika ada MB bakalan yang pada saat kita pegang dia menjerit kencang dan berusaha mematuk-matuk jari tangan kita, inilah MB dengan mental berani.
MB seperti ini adalah MB yang menjadi rebutan bagi para hobbies di BNA.
(herryaceh)

Dari segi fisik :

bentuk kepala ceper
tubuh panjang setara
ekor tidak panjang
paruhnya sedang.
Kretekan keras dan padat.
(Moelsip)

1. Pilih patuk yang agak lurus
2. leher besar panjang
3. garis hitam didada agak keatas cari yang rata dengan sayap
4. ekor melengkung mulai pangkal
(joko sutikno)

CIRI & KELEBIHAN MB MENURUT DAERAH ASAL/TERITORIAL/HABITAT HIDUP

MB berdasarkan Daerah Tangkapan

1. Muray Batu Kawasan pesisir, memiliki postur yang agak ramping dan ekor sedang namun sebagian besar tidak memiliki ekor putih, suaranya isian alam agak kurang karena medan tempurnya pesisir. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan MB ini disenangi di BNA dan sekitarnya…, salah satunya adalah MB ini biasanya dari pegunungan yg langsung berhadapan dengan laut (tebing2 di kawasan pesisir ) dengan tingkat persaingan yg sangat keras dengan predator dan sumber pakan yg terbatas ( sehingga tidak rewel dengan makanan ), secara alamiah memiliki temperamen & mental yang sangat bagus…mungkin ini yg menyebabkan lebih mudah beradaptasi dengan manusia & lebih cepat bunyi…( selain itu mungkin juga perawatannya yg baik )Biasanya MB yang berasal dari kawasan pesisir tidak terlalu besar, dan bulu dada yg kurang tebal, tetapi memiliki fisik yang lebih lincah dan kuat dengan vol. yg diatas rata2. (kemungkinan dialamnya sering terbang nentang angin, dan naik turun dari tebing terjal ) dipinggiran laut…
2. Muray Batu kawasan pegunungan lebat, memiliki postur rata-rata jumbo dan ekor bervariasi, namun MB dari kawasan ini terkenal galak dan ganas, isian alam MB daerah ini luar biasa apalagi kalau bisa mendapatkan yang muda hutan untuk dimaster. Isian alam MB kawasan hutan lebat biasanya hampir semua suara yang ada dihutan tsb (suara burung-burung hutan, jangkrik hutan, siamang, monyet dan suara-suara aneh lainnya dipadukan dengan tembakan-tembakan/besutan kasar dan tajam). Kalau yang dikawasan air terjun suara isian alamnya ya itu tadi mendesir dan menderu dan dipadukan dengan suara alam sekitar air terjun tsb, biasanya sebelum bunyi ada intronya dulu. Namun dengan kondisi sekarang ini dengan maraknya penebangan hutan secara liar serta perburuan yang merajalela. Banyak MB yang bermigrasi dari wilayah yang satu ke wilayah lainnya, maka tidak bisa kita mengatakan kalau MB yang ekor hitam hanya ada disatu wilayah saja. Kelebihan MB dari daerah ini yaitu tadi ……banyak isian alamnya..Kekurangannya sedikit liar karena jarang berjumpa dengan manusia dan agak susah makan makanan instan (voer) .Ciri fisik biasanya MB dari daerah ini bodynya besar2,karena tersedianya makanan yg melimpah dan air serta lingkungan/habitat tempat tinggal.tetapi ada juga yang posturnya kecil juga..sama halnya dengan kita-kan.
3. Muray Batu kawasan air terjun/ngarai, memiliki karakter yang tenang dan pandangan yang teduh, memiliki suara alam yang khas (menderu dan mendesir), posturnya rata-rata ramping dan warna bulunya agak pudar/tidak mengkilap.

(Zalthie) (ramoelan) (Moelsip)

Keunggulan MB dari alam:

* Mempunyai daya imun (daya tahan) yang kuat, karena MB secara alami bisa memenuhi kebutuhan vitamin/mineral di alam. Makanya burung di alam khususnya MB mempunyai daya imun yang kuat.

* Variasinya suara yang dimiliki biasanya sangat variatif, karena sejak menetas sudah terbiasa untuk memaster suara yang ada di lingkungan alam sekitar, dimana suara alam ini tergantung:
- Jenis burung habitat MB tsb
- Jenis hewan di habitat MB tsb
- Jenis alam yg ditempati MB tsb, misal: suara air terjun, dsb

Namun sedikit kelemahan MB alam ini:
- Perlu penyesuaian saat ditangkap ke kehidupan sangkar
- Bila tidak berpengalaman dalam menangani MB alam saat pertama kali dtangkap, akan cepat mati.
- Beli yang sembarang akan mendapatkan yg kurang bagus.
(copjend)

(by : komunitas Muray Batu. kicaumania.org)

(dirangkum oleh : Tim Editorial Kicaumania.org)

MEMILIH PUNGLOR KEMBANG


Jenis kelamin

Sebagai penggemar burung penyanyi, umumnya punglor kembang yang dipelihara adalah burung yang berjenis kelamin jantan. Lebih-lebih apabila dipelihara dengan tujuan untuk dilombakan. Dibanding yang betina, punglor kembang jantan lebih memiliki kicauan yang bervariasi. Di samping itu, juga bervolume lebih keras dan lantang.
Menentukan jenis kelamin punglor kembang harus jeli benar. Gampang-gampang susah. Berdasarkan pengalaman para penjual dan pemerhati burung, ada beberapa patokan yang bisa dipegang. Pertama, perhatikan matanya. Bila mata tampak menonjol, berarti burung jantan. Sebaliknya bila datar, tentulah berkelamin betina. Patokan tersebut bisa digunakan pada saat kita memilih piyik, trotolan, maupun bakalan.
Patokan kedua yang berlaku untuk pemilihan punglor kembang bakalan adalah dengan mengamati bulu-bulu di bagian pantat. Bulu-bulu di bagian pantat punglor kembang betina umumnya polos sewarna, yaitu putih. Pada punglor kembang jantan ada beberapa baris bulu berwarna hitam yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan. Pada piyik dan trotolan memang belum jelas terlihat, tetapi pada bakalan pola tersebut sudah bisa dilihat.
Mendengar suara punglor kembang dengan seksama adalah patokan ketiga. Apabila kicauan bakalan terdengar lebih keras dan nyaring, menandakan jantan. Begitu pun dengan suara piyik. Piyik jantan biasanya ngriwik lebih keras dibanding piyik betina.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk melihat apakah seekor punglor kembang jantan atau betina adalah dengan cara saling mendekatkan dua buah sangkar burung berisi punglor kembang. Anggaplah kita belum tahu mana jantan mana betina. Kalau kedua burung tersebut saling mendekat dan bersikap menantang seakan hendak bertarung, berarti keduanya jantan. Sebaliknya bila keduanya bersikap biasa alias acuh, mereka semua berkelamin betina. Namun, apabila kedua punglor bersikap berbeda, pertanda keduanya memiliki jenis kelamin yang berbeda. Punglor jantan akan sibuk mendekat sambil bergerak-gerak gelisah seakan hendak mengejar atau memburu, bahkan terkadang hingga menabrak sangkar. Sementara yang betina akan mengepak-ngepakkan sayapnya (ngeper) dengan paruh dibuka dan ditutup (sifat bercumbu).

Penampilan fisik

Perhitungan para penggemar saat membeli punglor kembang tentu berdasar suaranya. Keindahan suara punglor kembang ditentu kan oleh volume suara dan irama lagunya. Punglor kembang yang bagus suaranya terdengar los dan jernih, tidak serak atau parau. Volumenya juga keras dan tebal. Sementara irama lagunya bervariasi dan tidak terdengar jeda antara irama yang satu dengan irama yang lain. Berirama secara bertahap dengan percepatan yang halus.
Pada tahap pembelian keunggulan punglor kembang dalam hal suara tentu saja belum bisa terlihat. Namun, dengan memperhatikan fisik tampilannya kita bisa berharap memperoleh punglor kembang bersuara merdu.
Fisik yang dianggap mencirikan punglor bagus antara lain berbadan panjang (bukan besar), berleher panjang, berparuh panjang, serta berbahu lebar. Fisik yang demikian merupakan tanda bahwa burung ini memiliki volume suara yang los, keras, dan tebal.
Selain itu, bentuk kepala juga perlu diperhatikan guna memperoleh punglor kembang yang bermental kuat dan berani. Punglor kembang yang demikian akan lebih mudah dilatih dan dirawat. Punglor kembang seperti ini ditandai dengan bentuk kepala bulat berbenjol di bagian belakangnya. Jangan lupa pilih pula punglor kembang yang berpenampilan tegap.

Kesehatan

Pertimbangan terakhir yang perlu diperhatikan adalah kesehatan punglor kembang. Untuk tujuan tersebut, amati suara dan gerakannya. Burung yang sehat akan bersuara cenderung keras dan los. Tidak lemah atau berkicau setengah hati. Apabila masih piyik atau trotolan, amati suara ngriwiknya. Pedoman lain untuk melihat kesehatan burung adalah gerakan nya. Apabila sehat, gerakannya terlihat lincah dan tidak mau diam. Lompat ke sana kemari.(sumber kicaumania.org)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.