JALAK

Leucopsar rothschildi
JALAK BALI
Jalak Bali
Status konservasi: Kritis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Familia: Sturnidae
Genus: Leucopsar
Stresemann, 1912
Spesies: L. rothschildi
Nama binomial
Leucopsar rothschildi

Jalak Bali
Jalak Bali atau dalam nama ilmiahnya Leucopsar rothschildi adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali, dimana pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan setelah pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, yang merupakan orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

Dikarenakan penampilannya yang indah dan elok, Jalak Bali merupakan salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi Jalak Bali cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran Jalak Bali.

Jalak Bali dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Disadur : AriefSDA.red

Budidaya jalak suren
(Duto Sri Cahyono)

MENGEMBANGBIAKKAN JALAK SUREN
Jalak suren sebenarnya bisa ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia. Namun, sekarang burung ini semakin sulit ditemukan. Apa yang dialami burung lain, populasinya kian hari kian susut di alam, ternyata juga dialami jalak suren. Pencemaran sawah oleh pestisida, penangkapan untuk dipelihara atau diperdagangkan, dan penciutan hutan merupakan penyebab utama menurunnya populasi jalak suren yang bernama ilmiah Sturnus contra jalla.

Keistimewaan jalak suren
Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini.
Ada empat alasan orang memelihara jalak suren. Pertama, untuk menjaga rumah. Kedua, untuk kesenangan. Ketiga, untuk memancing suara burung lain agar ikut berkicau. Kecerewetan jalak uren akan merangsang burung lain untuk mengeluarkan nyanyiannya. Jalak suren dapat dijadikan master bagi whamei atau whabi. Keempat, untuk ditangkarkan. Usaha penang-karan dilatarbelakangi oleh kesa-daran terhadap kelestarian jenis burung ini dan alasan ekonomis. Jalak suren hasil penangkaran dapat diperjualbelikan dengan harga Rp 350.000,00 per pasang.

Membedakan jantan dan betina
Jalak suren mulai dewasa pada umur 8-10 bulan. Ciri fisik dan tingkah laku burung jantan dan betina mulai bisa dibedakan. Untuk membedakannya, harus dilakukan dengan pengamatan yang seksama.
Jalak suren jantan memiliki tubuh berbentuk lurus dengan ukuran relatif lebih besar dari betina. Tubuhnya lonjong dan panjang, kepa-lanya lebih besar dan bulat, paruhnya relatif lebih panjang dan kokoh. Bulu kepala, punggung, dan dada berwarna hitam legam dan mengilat. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang.
Yang betina memiliki bentuk tubuh bulat dan pendek. Warna hitam dan putihnya agak suram. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan.
Selain itu, aktivitas dan gerakan burung jantan relatif lebih lincah dan agresif dari yang betina. Suara ocehannya lebih cerewet, bervariasi, dan lebih keras dari betina.
Untuk tujuan penangkaran, burung jantan dan betina harus dipilih yang memiliki pandangan mata tajam, postur tegap, gesit, gerakan lincah, suara lantang, dan nafsu makan tinggi.

Cara menangkar
Penangkaran merupakan solusi penting dalam menjaga populasi jalak suren supaya tidak sampai punah. Dalam menangkarkan jalak suren, hal-hal berikut ini perlu diperhatikan.
Kandang sebaiknya memiliki bentuk meninggi. Di dalam kandang disediakan tanaman yang tinggi, bercabang banyak, dan berdaun lebat, misalnya kemuning, klampis, kersen, atau tanaman lain yang mirip dengan tanaman tersebut. Lantai kandang juga perlu ditanami tanaman perdu atau semak dan rumput-rumputan. Tempat berteng-ger diupayakan yang besar atau melebar untuk memudahkan perkawinan. Tempat pakan harus cukup memadai dan kebersihannya dijaga. Tempat minum dan mandi juga perlu disediakan. Sinar matahari harus dapat masuk ke kandang secara memadai. Banyaknya sinar matahari yang masuk sangat menentukan produktivitas perkawinan dan telur. Selain itu, tentunya juga perlu tempat berteduh sewaktu ada hujan.
Menurut pengalaman, jalak suren yang ditempatkan dalam kandang berukuran 100 x 175 x 200 cm atau yang lebih besar lagi (3 x 3 x 4 m) ternyata bisa berkembang biak dengan baik. Perlengkapan yang ada di dalam kandang ditata hingga menyerupai kondisi alami.
Pakan yang diberikan berupa pepaya, pisang, dan serangga (misalnya kroto, ulat bambu, ulat hongkong, atau jangkrik.
Selain itu, juga diberi voor yang berkualitas baik. Dengan pakan seperti ini, sepasang jalak suren yang sudah jodoh akan berkembang biak dengan baik.
Jalak suren mulai siap berbiak pada umur 10-12 bulan. Satu tahun untuk betina dan 1,5-2 tahun untuk jantan merupakan umur ideal untuk penjodohan. Biasanya betina lebih cepat dewasa kelamin dibanding jantan.
Tehnik penjodohan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, kalau jumlahnya banyak, penjodohan bisa dilakukan secara bebas. Artinya, masing-masing burung dibebaskan memilih pasangannya. Bila ada sepasang burung yang saling berdekatan, berkicau sahut-sahutan, dan bercumbu, itu pertanda jodoh. Burung yang sudah jodoh harus dipindahkan dalam kandang tersendiri. Biasanya burung yang sudah jodoh akan merajai di antara yang lain dan menyerang sesamanya atau sebaliknya diganggu oleh yang lain yang sama-sama jodoh atau berebut jodoh. Ini akan mengganggu proses perkawinan dan perkembangbiakan selan-jutnya.
Jika hanya ada dua ekor, seekor jantan dan seekor betina, penjodo-han dapat dilakukan dengan mendekatkan betina ke jantan. Caranya, burung betina dimasukkan dalam sangkar kecil atau sangkar gantung. Burung jantan dibiarkan dalam kandang penangkaran. Selanjutnya, sangkar kecil berisi burung betina dimasukkan ke dalam kandang penangkaran. Karena memiliki sifat berahi yang tinggi dan musim kawin sepanjang tahun, kedua burung ini akan segera jodoh.
Burung yang sudah jodoh akan melakukan perkawinan 2-4 minggu setelah penjodohan. Selanjutnya, burung akan membuat sarang untuk bertelur pada tanaman yang banyak cabangnya.
Dalam kandang penangkaran jalak suren dapat dirangsang membuat sarang. Caranya, di beberapa tempat yang layak untuk bersarang -misalnya pada tanaman yang memiliki banyak cabang kuat, terlidung, dan aman dari gangguan- diberi tatanan dasar sarang. Di tempat-tempat yang telah ditentukan itu ditaruh bahan sarang seperti jerami, akar sulur yang panjang, ranting-ranting, atau daun-daunan. Bahan sarang ini ditata melingkar atau dalam tumpukan yang teratur. Cara ini dapat merangsang dan membantu jalak suren untuk bersarang.
Jalak suren akan memilih sendiri tempat yang sesuai untuk bersarang. Pembuatan sarang dilakukan selama 5-10 hari, tergantung agresivitas burung. Ukuran sarang termasuk besar. Panjang tumpukan susunan sarang antara 35-45 cm, lebar 20-30 cm, dan tinggi sekitar 20 cm. Lubang tempat keluar masuknya burung berada di permukaan atas sarang, agak miring dengan derajat kemiringan antara 40-45°.
Jalak suren merupakan salah satu, mungkin satu-satunya, jenis dari keluarga Sturnidae yang membuat sarang bukan di dalam rongga pohon, tetapi menaruh sarang pada cabang-cabang pohon.
Telur jalak suren berwarna biru, berukuran 19,8 x 27,7 mm, dan berjumlah 3-4 butir. Telur dierami bergantian oleh burung jantan dan betinanya. Telur-telur itu akan menetas setelah 14 hari dierami. Selain sebagai pengganti selama pengeraman telur, yang jantan juga bertindak sebagai penga-man di luar sarang. Anak jalak suren akan dipelihara induknya sampai berumur 1,5 bulan.
Jalak suren bisa berkem-bang biak sepanjang tahun. Puncak perkembangbiakan terjadi pada pertengahan tahun, yaitu antara bulan Januari-Juni. Bulan Juli-Desember merupakan masa penurunan perkawinan.

Perawatan anak
Induk jalak suren akan menyuapi anaknya yang baru menetas dari telur dengan pakan berupa serangga, misalnya kroto, belalang, kupu-kupu, jangkrik, ulat hong-kong, ulat bambu, atau jenis serangga lain yang dijumpai. Anak jalak suren jarang disuapi buah-buahan. Demikian pula dengan anak yang sudah keluar dari sarang, pakan yang diberikan berupa serangga, sampai anakan umur 1-1,5 bulan. Setelah itu anak jalak suren mulai makan buah-buahan.
Pemberian makanan dilakukan 1-2 jam sekali setiap hari. Kira-kira umur 1,5 bulan anak jalak suren sudah disapih oleh induknya.
Selanjutnya anak jalak suren dapat dipisah dari induknya dan diperlakukan seperti halnya jalak suren dewasa. Burung muda ini selanjutnya bisa dilatih suaranya atau ditangkarkan seperti induknya.(Drs. Anthan Warsito)

Komentar untuk tulisan Drs Anthan Warsito.
Pada umumnya, apa yang ditulis Drs Anthan Warsito soal jalak suren itu memang benar adanya. Hanya saja, selama ini para peternak kesulitan dalam membedakan jantan dan betina jalak suren. Jangankan orang yang awam, para penangkar profesional di wilayah Jimbung, Klaten, pun sering kesulitan membedakan antara jantan dan betina jalak suren.
Secara umum, berikut ini komentar saya khusus soal jantan-betina. Untuk hal yang lainnya, kali lain saya ingin juga menuliskannya:

Ciri-ciri jantan-betina jalak suren secara teoritis memang seperti yang disebutkan Drs Anthan Warsito. Namun kita harus ingat, bahwa teori jenis kelamin soal jalak suren (juga anis merah, anis kembang, cucakrowo, lovebird dan sejenisnya), selalu menyebutkan “si anu lebih panjang, lebih kokoh, lebih hitam, lebih keras, lebih lebar dsb… ketimbang si anu…”. Artinya apa? Itu adalah perbandingan relativitas.
Lain halnya kalau perbedaan itu sangat nyata seperti halnya ayam jantan dan betina, dsb. Perbedaan relativitas sangat sulit diterapkan dalam praktek. Katakanlah saya menyodorkan satu jalak suren kepada Anda, lantas saya minta Anda menerka jantan atau betinakah jalak tersebut. Saya yakin Anda akan kebingungan karena Anda tidak bisa membandingkan dengan jalak lain yang sudah ketahuan jenis kelaminnya. Saya yakin Anda akan lebih bingung ketika saya sodorkan 10 ekor jalak suren untuk dipilah jantan-betinanya. Saya juga yakin, para teoritisi jalak suren itu sesungguhnya tidak paham betul soal jalak suren. Mengapa? Sebab, berdasar pengalaman bertahun-tahun soal warna merah di sekitrar mata, kekokohan kaki, cara berdiri, kilat hitam pada bulu, belahan dada, keceriwisan, agresivitas (dan segala macam atribut jalak suren yang disebutkan dalam teori itu) sangat-sangat tergantung, terutama pada lima hal: A) Habitat asli dari si burung; B) Makanan (jenis makanan/gizi/mineral/vitamin); C) Sinar matahari; D) Ketersediaan air; E). Masa birahi.
Penjelasan poin A). Jalak suren lokal jawa dengan habitat asli rawa-rawa berbeda dengan berhabitat asli sawah. Jalak rawa relatif ramping tetapi pendek, kaki cenderung kehitaman, warna merah kates matang di seputar mata tidak muncul (cenderung kuning); bulu hitam cenderung kusam, tak ada belahan pada bulu dada. Artinya: Jalak jantan berhabitat asli rawa “lebih pucat mukanya”, “lebih kusam bulu hitamnya”, “lebih kecil tubuhnya” dari jalak suren betina berhabitat asli sawah. Kalau keduanya disodorkan kepada “para teoritisi” jalak suren, saya berani bertaruh, mereka akan menyebut si betina sebagai jantan dan si jantan sebagai betina.

Penjelasan poin B, C dan D): Jalak suren yang cukup dalam mengkonsumsi vitaman A, C dan D, secara rutin terkena matahari (terutama jalak tangkaran) dan rajin mandi, akan memiliki bulu dengan kilat tajam yang jelas (hitamnya legam dan mengkilat, putihnya sangat bersih), kokoh dan lincah bergerak. Artinya, jalak betina yang sejak anakan terpenuhi dalam makanan, air dan sinar matahari jelas lebih lincah, bersih dan kokoh (juga lebih besar) ketimbang jalak jantan yang yang dipelihara dengan makanan, air dan sinar matahari standar (misalnya burung untuk kicauan di rumah). Dalam hal ini pun saya yakin, jika seekor betina yang terawat secara bagus dan seekor jantan yang dipelihara dengan cara standar disodorkan kepada “para teoritisi” jalak suren, mereka juga akan menyebut si betina sebagai jantan dan si jantan sebagai betina.
Penjelasan poin E): Semakin birahi jalak suren semakin ceriwis/gacor-lah dia. Sebagai contoh ektrem: Campurkan saja betina birahi dengan pejantan yang baru saja genap bulu (sehabis brodol), maka Anda akan menyaksikan betapa si betina begitu ngecrek berkepenjangan juga bersiul-siul tanpa henti namun pada saat yang sama si jantan malah melakukan aksi mogok bicara alias mbisu dan kalaupun bunyi hanya ngik-ngik crek nan monoton. Hayo, tunjukkan kepada para teoritisi jalak suren itu, maka mereka akan dengan lantang mengatakan yang suaranya ngerol, ngecrek terus dengan siulan aduhai serta menari jika didekati orang itulah yang jantan.
Lantas, untuk menandai apakah seekor burung itu jantan atau betina itu bagaimana? Saya katakan itu memang sulit. Selama ini, yang digunakan para penangkar jalak suren ada dua cara, yakni:………..hehehehehe, ntar ya Mas. Kesel banget nih tangan Untuk menandai apakah jalak suren jantan atau betina memang sulit (bahkan oleh para penangkar kawakan). Selama ini, yang digunakan para penangkar jalak suren ada dua cara.

PERTAMA menggunakan pendulum atau logam (sembarang logam) yang digantung dengan benang. Pendulum tersebut diterakan di atas kepala burung. Kalau pendulum bergerak memutar, berarti burung yang ditanda adalah betina. Kalau gerakan bolak-baliknya searah (lurus) berarti itu burung jantan. Cara ini bisa diterapkan ke semua jenis burung, termasuk anis merah dan kembang yang biasanya orang kesulitan membedakan jenis kelaminnya.

KEDUA, jalak suren jantan/betina juga bisa dilihat dari perilakunya. Yakni, jika ada dua jalak suren didekatkan (pantau secara cermat setiap hari sampai sekitar 1 pekan) tidak ada yang menunjukkan perilaku ngleper (sayap dan ekor bergetar/bergerak rapat) maka keduanya adalah jantan-jantan atau betina-betina. Jika salah satunya ngleper, berarti yang ngleper adalah betina dan yang satunya pasti jantan (tidak ada jantan ngleper dan tidak ada betina ngleper di depan betina).

Untuk tahap awal menentukan jantan-betina yah gunakan saja teori-teori yang sudah ada (dari bulu, bentuk kepala, kaki dll) tapi hal itu jangan digunakan sebagai pegangan utama (ya percaya 20 persen sajalah).
Sementara itu khusus untuk jalak suren jantan usia di atas 1,5 tahun (usia produktif) ADA WARNA LINGKARAN BIRU DI DUBURNYA. Artinya, kalau ada warna birunya, pasti itu jalak suren jantan. Tetapi meskipun jalak suren jantan, belum tentu ada warna birunya karena mungkin saja usianya masih di bawah satu tahun (belum produktif).
Salam,
Duto Solo

Jika kita tdk mau ambil resiko mestinya kita beli calon JS yg benar-benar telah siap kelamin, bukan saat anakan masih usia 1,5 bln. Lebih tepatnya belilah kpd orang yg bisa memberi garansi jenis kelamin jika kelak memang JS yg kita beli berkelamin sama. Pastikan umurnya minimal 8 atau 9 bln, krn di saat usia tsb perbedaan jantan/betina akan sangat jelas dari fisik maupun perilakunya dg ciri-ciri spt yg diungkapkan sesepuh kicau mania kita, hee..heee hee. Atau kalau msh ragu juga, mestinya kita harus siap jebol kandang saja utk case spt ini

Kejar-kejaran dan saling patuk adalah hal yg wajar, toh diusia spt itu ego-ego jalak sdh mulai muncul, kalau di kita mungkin pas ABG kali yaa.. ?
Amatilah apakah kejar-kejarannya masih dlm batas wajar, wajar dlm artian tdk saling bantai sampai berdarah-darah tentunya.

Melihat perilaku diatas, saya pun sempat telpon bbrp penangkar profesional utk tukar tambah JS yang saya tangkarkan (saat saya ambil anakan masih usai 5 bln), namun dr bbrp penangkar yg sdh saya kenal mengisyaratkan sesuatu perilaku yg wajar dari JS yg saya tangkarkan. Bahkan perilaku ini dibawa sampai sekarang disaat keduanya telah terbukti beda jantan + betinanya.

Bahkan setiap kali mau mengerami telor, saya hrs mengangkat dan memisahkan JS jantan agar tdk sll mengejar dan menghajar indukan betinanya. (baca; tdk semua indukan jantan berperilaku spt ini).

Satu lagi, tidur TIDAK SELALU berdekatan bukan berarti tdk jodoh Bung.

Indukan JS dan dan Decu saya kalau tidur tdk sll berdekatan tuuuch, nyatanya mereka telah bbrp kali menghasilkan anakan yg imut-imut.(Std.red)
paruh dan kuku JS
JS ku.kok paruhnya panjang sebelah ya?apakah tu jalak silangan dari JM?umur jalak kurang tau,setahun yang lalu tebus dari pedagang,sekarang kaki sebelah kiri udah kaya pke boot,tapi yang kanan engga.
apakah paruh klo di potong ,JS bisa mati?
ato di biarkan saja.soalnya kasian lihatnya kayanya susah makan.
satu lagi kuku2 JS kayanya nambah panjang?boleh ga dipotong?
perawatan tiap hari mandi sore ,ajangkrik sore 2.jemur klo minggu
Untuk potong paruh/kuku dalam dunia unggas itu hal yg lazim/biasa.
Caranya 3 hr sebelum acara potong JS di beri vit&anti stres yg biasa di jual2 banyak merk kok,di campur di air minum
Nah pelaksanaan potong bisa dng pisau atau soldel yg dipipihkan spt pisau.
Caranya siapkan tatak papan lilin untuk bakar ujung pisau/solder tinggal colok ke power listrik.
Pegang JS paruh tempatkan di tatakan sth pisau di rasa cukup panas tinggal potong sedikit tekan TAPI ingat jg terlalu panjang nati keluar darah kalopun keluar darah ga masalah tinggal kasih betadine ,kli kuku ga perlu pemanasan pisau bisa dng gunting kuku bisa.
Itu aja N coba cek di forum sdh pernah di ulas kok?
Sth potong jangan lupa pemberian vitastres di lanjutkan 3 hari lagi.
Betul di alam tdk ada pedimeni segala tapi perlu di ingat sth kita rawat burung itu segalanya berobah 180″ jadi kalo di alam mungkin bisa makan / matuk2 barang2 yg keras spt grit dll tapi sth di tangan manusia weh sangat2 beda.
Tentang alat HARUS panas selain untuk melembekan tulang paruh jg untuk menutup luka ,karena klo alat ga panas bisa2 paruh pecah…hal ini sering saya coba di jenis ayam petelor ,kalo di unggas besar acara potong paruh hal yg rutin ,cuma kita harus sedikit sabar karena burung pasti jadi stres. (Ndoroagung.red)

Baru 3 bulan bulu JS ambrol lagi
kira2 3 bln yang lalu JS saya selesai mabung dari bulu coklat mjd bulu hitam tp ko kenapa ya sekarang bulunya ambrol lg? & Kira2 umur berapa JS berubah bulu dari bulu coklat ke bulu hitam & dari warna kuning menjadi warna merah pd sekitar mata?
untuk JS warna burung berubah dari coklat ke hitam biasanya usia 4 bulanan, untuk warna kuning menjadi merah biasanya terantung jenis kelamin, klo jadi kemerahan biasanya cowok, dan itu pun klo banyak dijemur waktu pagi sampai jam 10an (Solobf.red)

JS gigitin bulu kaki
JS ku kok matukin bulu yang ada di pahanya ya sampai berdarah darah. Pengobatan yang sudah saya lakukan JS saya mandikan pakai sampo burung abis itu lukanya saya kasih obat antiseptik merk B******E. Bener ndak nih penanganan yang saya lakukan. Sebagai catatan sampai sekarang burung tetap gacor dan lincah.

terlalu birahi mungkin mas beben,maaf klo salah..monggo di share perwatan sehari2nya,JS saya dulu malah cabutin bulu sayap ma ekorampe berdarah.trus sering di mandikan,kasih buah apel/pisang/pepaya,jangkrik/kroto/ulat stop.akhirnya normal kembali walaupun masih ga rapi bulunya tapi tetep gacor.(kangrip.red)

JS ku Mencret dan Letoy
Saya punya JS umurnya kurang lebih 6 bulanan, sudah rajin bunyi dan disertai kepala jambul…
Semalem saya iseng2 tak mandiin malem dan ga tahunya malah menggigil, krn bulu masih basah akhirnya semalam tak pake kerodong, dan pagi tadi burung terlihat loyo mencret malah kotorannya cuma air saja, bulu merinding, dan belum terlihat mau makan, saya curiga ini sudah ada tanda2 mau tewas. Tadi pagi sebelum tak tinggal nguli tak kasih pisang, jangkrik, kroto dan ulet bambu dg tujuan spy bs milih mana yang dia suka.

Kalau saja masih dikasih umur panjang sampai nanti sore, apa yg harus saya lakukan spy itu burung bisa pulih kembali… ? Soal JS saya bener2 ga tahu, mohon bantuannya donk pliiiis…
coba deh kalau masih ada umur JS-nya dicekokin madu dan di didalam sangkar diberikan lampu 5 watt untuk menjaga kehangatan tubuhnya atau ditaruh di tempat yang agak hangat supaya mengembalikan kehangatan tubuh burung. hindari dari angin jahat

kasih UH diharapkan membantu kehangatan tubuhnya, mudah-mudahan JS-nya suka JS, kasih aja secukupnya 4 atau 5 ekor, kalau kondisinya parah.. di loloh atau dipaksa juga nggak papa kang.. daripada kelaparan dan kondisinya makin buruk.. pokoknya usahakan burung agar mau makan.. itu aja dulu yang diusahakan… apa makanan kegemarannya.. diusahakan jangan dikasih pepaya atau buahan yang bersifat dingin dulu kang…(indraf.red)
full kerodong, taro tempat hangat,, kalo perlu lampu bohlam 5 watt
kasih antibiotik Trym***n di tempat minumnya(niceguy.red)
Coba JSnya dikerodong, taro dikamar atau gudang dan nyalakan lampu bohlam minimal yang 25 watt. Cara om Abi memberikan variasi makanan yg banyak sudah betul. Karena kotorannya encer berarti banyak cairan yg terbuang, sama seperti kalau kita lagi diare. Untuk mengganti cairan yang terbuang, coba beli cairan infus di apotek. Cairan ini diberikan sebagai pengganti air minum. Tapi ingat, pagi dikasih , sore sudah harus diganti dengan air biasa. Besok paginya diganti lagi dengan cairan infus. Cairan infus yg sudah terpakai harus disimpan dikulkas. Jika cairan infus berubah warna (tidak bening lagi) jangan dipakai lagi. Maximum pemberian cairan infus adalah 3 hari. Saya berani sharing karena sudah membuktikan sendiri. Mudah2an berhasil. Satu lagi, masalah JS suka acak2 voor. Coba ganti voornya dengan jenis lain.(ben.red)

Jalak Hitam vs Jalak Kebo
ada yang ingin saya ketahui, ada jalak warna hitam tapi kayaknya bukan JK, cirinya ukuran paruhnya agak besar tapi agak pendek, trus kaki dan bodi agak besar jika dibandingkan dengn JK, jenis jala apa ya.

Lalu, saya punya Jalak Nias, tapi suaranya kenapa cuman kruiiik… kruiik… tapi kadang bisa “teriak” crik..kraakk…, kenapa ya ? apa itu JN cew, tapi kadang dia suka manggut2 sambil bunyi. gimana caranya biar dia bisa ngoceh.
Memang saya juga pernah melihat seperti itu, tubuhnya memang agak besar paruh pendek dan tebal tapi saya juga kuran tau jenis brung apa..
Yang jelas, burung ini memang engga pernah bisa berkicau…(rony.red)
kalo body mirip Beo, dg kaki dan paruh kuning, tapi bisa bdendang variatif.beasr kemungkinan itu burung TIUNG, sejenis anis….oh iya bung fian burung TIUNG ini mmng kt nya bisa menirukanburung jenis lainnya, pakan nya apa aja di sikat…oh iya kalo iya itu TIUNG biji mata nya ya mirip anis, belok dan hitam ke coklatan..

Perkara JS ingin gacor, sy pernah punya malahan ampe 7 thn sy plihara…
dia akan lebih rajin dan variatif kicau jika anda memang banyak juga koleksi burung lainnya, karena si JN ini cenderung , burung yg ga bisa diem,..artinya kalo ada siulan/tembakan dia akan membalas nya,…saran aja..coba anda plihara LB ata JS ya minimal Crucukan yg ngerol,..so si JN anda akan lebih tertarik u/ kicau.
soal rawatan. gampang…cukup mandi semprot aja pagi2 boleh setiap hari atawa 2x dlm seminggu….kasih VOer ber-merk , jgan kilo-an…juga sesekali boleh di kasih Ex-Food ( boleh jangkrik/Ulet Hk…secukup nya)dia juga doyan buah, pepaya /pisang,..dia mau.(kumismacan.red)
Perawatan jalak nias
mohon pencerahan para KM yg pernah punya momongan jalak nias/aku katakan jalak nias karena burungnya persis yg pernah dijual oleh om yogaswara di forum jual karena ditempatku jarang ada jalak seperti itu dan kebanyakan jalak warna hitam (org sini bilang jalak kebo) maka aku beli aja dg harga 75 rb, mohon pencrahannya cara ngrawatnya biar jalak niasku jadi yahut gitu loh krn aku ngak pernah punya jalak.
kalau di bandung ada yang bilang burung ini kerak batam OM biasanya dipakai master MB. pentet, AM, AK karena suaranya cerewetnya yang panjang juga suara utannya, perawatan burung ini sama dengan burung kicau lain mandi jemur, pakan untuk harian pur trus EF seperti jangkrik, kroto trus buah pepaya burung ini termasuk burung yang rakus.(tonyy.red)
Karakter asli jalak itu liar, makanya dari dini harus di latih. Kalau saya lebih seneng miara yang umur sebulan, lebih mudah di jinakan.Yang jelas jenis Jalak makannya kuat, terutama Jalak Hongkong, yang paling hemat cuman Jalak Suren, menurut saya loh.Yang jelas konsumsi sebanding dengan pengeluaran, tiap hari harus rajin di bersihin kotorannya, Mandiin rutin, mudah2an cepet jinak(fauzanzhd.red)

Perwatan gampang kok om, makan cuma voer topsong aja, dan air minum.
mandi pagi hanya semprot2x aja dan dijemur sebentar aja, dah langsung gantung deh.seminggu sekali boleh dikasih vitamin burung apa saja agar tetap lebih prima(masgay.red)
Telur di Buang!
Ada nggak yg punya pengalaman,…jalak suren telur nya di buang…?

Kemarin Jalak uret saya bertelur 3 pcs,.. eh tiba2 baginya ada 2 pcs udah tinggal kulitnya di bawah,… berarti tinggal satu..
Gak taunya di 5 hari berikutnya,.. satu2nya telur yg tinggal di buang juga,..
Kira2 apa yach penyebabnya..please dong sharingnya.
Ane belum berternak JS. Tapi kalau itu telor pertama, harap maklum. Biasanya baru belajar emang begitu.. AK ane gitu juga kok dulu.. Sabar aja om.. biasanya nggak lama nelor lagi kok (yulpri.red)
Penangkaran jalak putih bali
Dari dulu saya ingin ingin sekali belajar penangkaran burung, terutama burung yang sudah mulai sulit ditemukan di habitat aslinya(langka) http://www.sbi-info.org/?p=7. Sekarang saya punya seekor jalak putih jantan yang relatif masih muda, umurnya kurang lebih 2 tahun, sudah gacor dan sekarang dalam kondisi hampir selesai mabung. Saya ingin menjodohkan burung tersebut dengan jalak putih betina punya tetangga saya, dimana umur burung betina tersebut jauh lebih tua, kira2 lebih dari 5 tahun, karena sekarang memang sulit sekali mencari jalak putih yang dulu habitatnya di bali, karena sepengetahuan saya jalak putih yang sekarang masih ada di pasaran berbeda dengan jalak putih(“Curik” sebutan orang Bali untuk burung tersebut).
Pertanyaan saya: Dilihat dari usia burung betina yang sudah tua, seandainya kedua burung tersebut jodoh, apakah masih bisa untuk bereproduksi dengan baik?

sepertinya asal yang jantan didekatkan dengan yang betina terus yang betina merespons dengan baik saya rasa umur tidak memperngaruhi yah..umur jalak putih itu sekitar 10 tahun mungkin bisa lebih kalo di rawat dengan baik.
kandang nya juga nggak usah besar besar cukup dengan 1mX1mX2m(tinggi)(maxman.red)

JS gigitin ekor
si JS kepunyaan saya suka mematuki ekornya sampai habis,,padahal tidak kutuan,,bulu dari kepala sampai badan super mulus tapi ekornya selalu habis manakala tumbuh baru selalu dipatukin mohon saran dari om2 semuanya,,,
Rawatan harian poor warna ijo/rumput laut,, plus jangkrik 5 ekor tiap pagi,,,mandi disemprot 2x seminggu,,(indranugraha.red)
penyebab burung matukin bulu ekornya ada beberapa sebab… bisa karena :
1. kutuan (tapi sepertinya tidak ya?)
2. over birahi coba dikurangi EF-nya om… pagi 2 jangkrik dan sore 2 serta sesering mungkin dimandikan… baiknya menggunakan keramba.. atau kalau disemprot sampai basah kuyup untuk menurunkan birahinya
3. atau ketika bulu dicabut tidak sempurna sehingga jadi gatal terus… mungkin menunggu sampai masa mabung hingga bersih….
4. bisa jadi karena bawaan dari burung tersebut… kalau boleh tahu umurnya kisaran berapa om ? ada kasus di burung cendet yang selalu matukin bulu ekornya sampai habis… walau treatment mandi dengan sirih dan menurunkan birahi sudah dilakukan…(indraf.red)

Takut sama jangkrik
Gimana caranya biar jalak putih saya mau makan jangkrik,karena setiap kali dikasi jangkrik dia takut,tapi kalau dikasi belalang dia doyang
coba EF UHnya dihentikan dulu… karena dia merasa nanti juga akan dikasih UH jadi malas untuk EF yang lain…. gpp kok jalak nggak pakai EF sementara… nah setelah 3-4 hari coba kasih clondo (jangkrik yang masih kecil…. boleh masih hidup atau dimatikan… biasanya kalau sudah mati sih burung kurang interest)…(indraf.red)

Klo burungnya doyan voer, bisa dicoba jangkriknya dipotong kaki2nya dan diletakkan di tempat voer. Harapannya setiap burung akan makan voer sudah tersedia pula jangkrik. Tolong dipantau setiap hari stelah pemberian jangkrik yg disatukan di tempat voer…. misal disediakan 3 jangkrik apakah masih tersisa…? Klo gak dimakan brarti perlu dilaparkan dulu. Klo ternyata hanya dimakan 1 – 2 ekor brarti belum terlalu doyan dengan jangkrik……(N1L4.red)

Jalak Suren Katarak
Gimana Menyembuhkan katarak pada Jalak Suren…..???
Kalau pengalaman saya , jika warna putih dibagian luarsaja, agak mudah untuk disembuhkan, bisa pakai cendoCetrol atau di tetesin air siput ( siput di patahkan
bagian belakangnya dan teteskan di mata, 1 minggubiasanya sudah beres )

Tapi kalau titik putih kena dari dalam baiasanyalama-kelamaan bisa tembus ke sebelahnya, caranya sayabelum paham. Tapi saat ini saya coba terapi pada AK
saya pakai Salep Teramieycin Oksitetraiskein 2 harisekali dan sepertinya ada perubahan, tadinya sebelahsudah tidak bisa lihat jika di ganggu pakai tangan,
tapi sekarang sudah mulai berekasi jika diganggu pakaitangan.(masgay.red)

JS mandeg apa iya !!!
kemarin saya baru beli JS umur +/- satu tahun,jantan, jinak.
klo dilihat dari penampilan fisiknya sih ini JS ganteng banget (Bulu rapih mengkilap)
keadaan di tempat penjualnya burung ini g bunyi tapi karena fisiknya bagus saya tetap beli, saya berharap dengan perawatan extra JS ini bisa gacor.
hari pertama saya kasih jangkrik 25 ekor trus baru kedengeran bunyi Krek-Krek.
pertanyaannya apa mungkin JS mengalami yang namanya mandeg seperti di AM ?
walau sebenarnya betina pun bunyi,, walau gak seheboh jantan…
jangkrik kebanyakan tuh om,, biasa aja,, 5-5,,, UH 5 jg,,, sama pisang/pepaya buat harian.. taro di tempat rame,, biasa cepat bunyi tuh(niceguy.red)
Memang harga berapa Om Firman beli itu JS, harga JS Jawa dgn JS Malaysia beda loh Om, mahalan harga JS Jawa, JS Jawa saya umur 6-7 bln jg pertama dibawa ke rmh tdk mau bunyi padahal di tukang dagangnya bunyi & berjambul, kebalikan dari JS nya Om Firman ya, setelah hampir 2 minggu di rmh baru dia mau berkicau, Kalo masalah gacor jenis jalak pasti kacor yg penting burung tsb sehat , EF jangkrik 5 ekor itu jg malam jam 8 setelah dimadiin baru dikasih jangkrik.(adenirza.red)(kicaumania.org)